Suararakyat.info.Jakarta-Dalam sistem pemerintahan daerah, keharmonisan antara kepala daerah dan jajaran birokrasi adalah syarat mutlak untuk menjamin kelancaran pelayanan publik. Namun, tidak sedikit kepala daerah yang justru menjadi sumber perpecahan mengelola kekuasaan dengan cara menebar sekat, bukan membangun sinergi.Kamis (8/5/2025)
Kepemimpinan di tingkat daerah seharusnya mencerminkan kedekatan dengan rakyat dan kesatuan dalam internal pemerintahan. Sayangnya, dalam beberapa kasus, kepala daerah justru lebih sibuk mengatur loyalitas semu daripada merangkul seluruh elemen birokrasi. Pegawai dibelah menjadi kelompok yang disukai dan tidak disukai. Mereka yang bersuara kritis dikucilkan, sementara yang menjilat diberi tempat istimewa. Situasi ini jelas berbahaya, tidak hanya bagi iklim kerja di dalam pemerintahan, tapi juga bagi kepercayaan masyarakat luas terhadap pemerintah daerah.
Sorotan publik terhadap konflik internal birokrasi tidak bisa dianggap remeh. Masyarakat mempertanyakan: mengapa program pembangunan tersendat? Mengapa pelayanan publik makin lamban dan kaku? Jawabannya seringkali terletak pada relasi yang tidak sehat antara pemimpin daerah dan aparaturnya. Ketika keputusan diwarnai rasa suka atau tidak suka pribadi, bukan didasarkan pada kompetensi dan keadilan, maka sesungguhnya daerah itu sedang berjalan menuju stagnasi.
Kita butuh kepala daerah yang dewasa, yang menyadari bahwa kepemimpinan bukan tentang memperkuat lingkaran kekuasaan pribadi, tetapi tentang menciptakan tata kelola pemerintahan yang sehat, terbuka, dan partisipatif. Kritik bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperbaiki. Jika pemimpin alergi terhadap masukan, maka roda pemerintahan akan berjalan di tempat atau lebih buruk, mundur ke belakang.
Maka dari itu, mari kita dorong lahirnya budaya pemerintahan daerah yang sehat: bebas dari konflik internal, bersih dari dendam politik, dan menjunjung tinggi profesionalitas aparatur. Karena hanya dengan cara itu, daerah bisa tumbuh, dipercaya, dan dihormati oleh rakyatnya sendiri.
Catatan Opini: Dr Bernard BBBI Siagian S.H, M.A.K.p
(Red)














