Doa Ibu Seluas Langit yang Biru: Cinta Tak Terbatas dari Perempuan Terkuat di Dunia

- Penulis

Senin, 16 Juni 2025 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Tak ada cinta yang lebih tulus, tak ada pengorbanan yang lebih besar, dan tak ada doa yang lebih tajam menembus langit kecuali doa dari seorang ibu. Dalam ungkapan sederhana yang sering kita dengar, “Doa ibu seluas langit yang biru,” tersimpan makna mendalam yang tak pernah lekang dimakan zaman. Kalimat ini bukan sekadar puisi atau peribahasa, melainkan kebenaran spiritual dan emosional yang mengikat kehidupan anak dan ibu dalam satu tali kasih tak bersyarat.(17/6/2025)

Di era modern yang serba cepat ini, ketika teknologi menggantikan interaksi dan perhatian terkikis oleh kesibukan, peran seorang ibu justru semakin penting dan suci. Di balik keheningan malam, di dalam bilik sederhana atau bahkan di rumah mewah sekalipun, masih banyak ibu-ibu yang merapalkan doa untuk keselamatan, rezeki, dan masa depan anak-anak mereka. Mereka tak menuntut balasan, hanya berharap anaknya hidup dalam kebaikan.

Doa ibu bukan sekadar harapan, tapi sebuah kekuatan metafisik yang dalam tradisi banyak masyarakat dipercaya mampu membuka jalan yang tertutup, menenangkan badai kehidupan, dan menguatkan jiwa yang lelah. Seorang ulama pernah berkata, “Doa ibu adalah doa yang tak punya hijab.” Ia menembus langit tanpa halangan, karena ia lahir dari cinta yang bersih dan tak mengharap balasan.

Lalu, apakah kita sebagai anak sudah cukup menghargai doa itu?

Masih banyak anak-anak yang melupakan ibunya setelah sukses. Ada pula yang merasa keberhasilan mereka semata hasil kerja keras pribadi, melupakan air mata ibu yang pernah terurai dalam diam. Sebaliknya, tidak sedikit pula anak-anak yang setia merawat, menjaga, dan kembali kepada ibunya di masa tua. Merekalah yang memahami bahwa surga tak hanya di bawah telapak kaki ibu, tapi juga di balik setiap untaian doanya.

Hari ini, mari sejenak merenung. Di antara hiruk pikuk dunia, suara paling sunyi tapi paling kuat itu datang dari seorang ibu. Ia tak memaki meski kita lalai. Ia tak menuntut meski kita pelit waktu. Ia hanya berdoatanpa suara, tanpa pamrih. Dan dari doanya yang seluas langit yang biru itulah, kita masih bisa berdiri, melangkah, dan berharap.

Karena ibu adalah satu-satunya manusia yang tak akan pernah meninggalkanmu, bahkan setelah ia tiada sebab doanya tetap menggema di langit.

 

(Opini Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kartini dan “Si Tou Timou Tumou Tou”: Seruan Bersama Menyalakan Terang Kemanusiaan
Ketika Hormuz Bergetar, Indo-Pasifik Berguncang: Bayang Bayang Perang Iran-AS/Israel dan Ujian Nyata Bagi ASEAN Serta Indonesia
Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia
Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia
Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset
Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana
Korupsi Tidak Pernah Berhenti, Indonesia Darurat Korupsi
Menutup Pintu Impunitas, Membuka Jalan Keadilan bagi Pers
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 02:46 WIB

Kartini dan “Si Tou Timou Tumou Tou”: Seruan Bersama Menyalakan Terang Kemanusiaan

Senin, 27 April 2026 - 08:50 WIB

Ketika Hormuz Bergetar, Indo-Pasifik Berguncang: Bayang Bayang Perang Iran-AS/Israel dan Ujian Nyata Bagi ASEAN Serta Indonesia

Jumat, 3 April 2026 - 14:54 WIB

Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:33 WIB

Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:14 WIB

Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset

Berita Terbaru