Efektivitas Program KUBE dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Miskin di Kecamatan Bengkalis

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 03:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info BENGKALIS – Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebagai salah satu upaya pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin. Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat melalui pengembangan usaha produktif yang dikelola secara berkelompok sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan KUBE di Kabupaten Bengkalis mengacu pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis.

Di Kecamatan Bengkalis, Program KUBE dinilai telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif. Melalui bantuan modal usaha, pendampingan, dan pembinaan secara berkelanjutan, kelompok-kelompok usaha mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha, memperkuat kerja sama antaranggota, serta membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, H. Hambali, mengatakan keberhasilan Program KUBE tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan kelompok dalam mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendampingan, monitoring, dan evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Program KUBE merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan, memperkuat solidaritas sosial, serta menciptakan lapangan usaha yang berkelanjutan.

Ke depan, Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis akan terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program KUBE melalui penguatan pendampingan, peningkatan kapasitas kelompok, serta sinergi dengan berbagai pihak agar program pemberdayaan ekonomi masyarakat semakin optimal dan mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di Kecamatan Bengkalis maupun wilayah lainnya. Dinas Sosial juga memiliki tugas dalam pemberdayaan sosial dan penanganan fakir miskin sebagai bagian dari penyelenggaraan kesejahteraan sosial di daerah.

Sementara itu, mahasiswa Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis, Irmansyah, mengatakan kemiskinan masih menjadi persoalan struktural yang dihadapi banyak daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bengkalis, khususnya Kecamatan Bengkalis.

Menurutnya, berbagai program bantuan sosial telah digulirkan pemerintah, namun pendekatan yang bersifat karitatif belum cukup mengangkat masyarakat keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan. Program KUBE hadir sebagai instrumen kebijakan yang mengubah paradigma dari sekadar memberikan bantuan menjadi mendorong masyarakat agar mampu mandiri melalui usaha produktif.

READ  Pencarian Iptu Tomi Tetap Dilakukan Meski Diterpa Hujan Deras di Sungai Rawara

“KUBE dirancang sebagai wadah kolektif bagi masyarakat miskin untuk mengembangkan usaha produktif secara bersama-sama dengan dukungan bantuan modal, pelatihan keterampilan, dan pendampingan. Konsep ini sejalan dengan prinsip pemberdayaan ekonomi masyarakat yang menekankan partisipasi aktif dan kemandirian,” jelas Irmansyah, yang juga merupakan staf pada Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis.

Namun demikian, ia menilai efektivitas implementasi program di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti lemahnya kekompakan anggota kelompok, minimnya pendampingan pascapencairan bantuan, keterbatasan akses pasar, hingga rendahnya kapasitas manajerial pengelola kelompok.

“Tanpa pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan, bantuan yang semula dimaksudkan sebagai modal usaha berisiko hanya menjadi bantuan konsumtif jangka pendek yang tidak meninggalkan dampak pemberdayaan yang nyata,” katanya.

Dosen pembimbing, Dr. Masuri dan Dr. Zulhendri, menilai kajian mengenai efektivitas Program KUBE di Kecamatan Bengkalis penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana program tersebut mampu mencapai tujuan utamanya, yakni meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan usaha baru, dan menumbuhkan kemandirian ekonomi keluarga miskin.

Menurut mereka, aspek yang perlu dikaji meliputi ketepatan sasaran penerima manfaat, kualitas pendampingan dari instansi terkait, tingkat partisipasi anggota kelompok, serta keberlanjutan usaha setelah program berjalan.

Mereka berharap penelitian ini tidak hanya berhenti pada evaluasi normatif, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Penguatan pendampingan berkelanjutan, sinergi lintas sektor dalam membuka akses pasar, serta penguatan kelembagaan kelompok usaha dinilai menjadi faktor penting agar Program KUBE benar-benar menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan Program KUBE tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu mengubah pola pikir dan perilaku ekonomi masyarakat penerima manfaat. Kecamatan Bengkalis, dengan berbagai potensi dan tantangannya, diharapkan dapat menjadi contoh dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan pemberdayaan ekonomi berbasis Kelompok Usaha Bersama di daerah.*(Tengku)

Penulis : Tengku

Editor : Redaksi

Sumber Berita: ISNJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum Teguh Santono Lantik Pengda JMSI Papua Barat 2025-2030, Tekankan 2 Agenda Utama
Team Mangewang Polresta Sorong Kota Tangkap Dua Pelaku Curanmor, Enam Unit Sepeda Motor Diamankan
Semangat Kebersamaan di Lapangan Karel Gobay, Satgas Yonif 2 Marinir Bersama Warga Enarotali Gelar Kerja Bakti
JMSI Papua Barat Daya : Kerja Jurnalistik Harus Dilindungi, Dugaan Tindak Pidana Bisa Diproses Sesuai Hukum
Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Wakapolri dan Wamen Kehutanan Konsolidasikan Langkah Nasional Hadapi El Nino dan Karhutla
Dari Obrolan Hangat Tumbuh Kebersamaan, Satgas Yonif 2 Marinir Bersilaturahmi dengan Kepala Kampung Wakia dan Kepala Distrik Kapiraya
Forum Komunikasi Masyarakat Bahas Kekayaan Intelektual sebagai Pilar Daya Kreativitas Pemuda di Sukabumi
Ketua PAC Pandawa 16 Bongkar Dugaan Bobroknya Proyek Jalan di Bantargadung: Papan Proyek Dicabut, Mutu Dipertanyakan, Dinas PU Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 03:42 WIB

Efektivitas Program KUBE dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Miskin di Kecamatan Bengkalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Ketua Umum Teguh Santono Lantik Pengda JMSI Papua Barat 2025-2030, Tekankan 2 Agenda Utama

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:15 WIB

Team Mangewang Polresta Sorong Kota Tangkap Dua Pelaku Curanmor, Enam Unit Sepeda Motor Diamankan

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:25 WIB

Semangat Kebersamaan di Lapangan Karel Gobay, Satgas Yonif 2 Marinir Bersama Warga Enarotali Gelar Kerja Bakti

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:29 WIB

JMSI Papua Barat Daya : Kerja Jurnalistik Harus Dilindungi, Dugaan Tindak Pidana Bisa Diproses Sesuai Hukum

Berita Terbaru