Suararakyat.info BENGKALIS – Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebagai salah satu upaya pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin. Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat melalui pengembangan usaha produktif yang dikelola secara berkelompok sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan KUBE di Kabupaten Bengkalis mengacu pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis.
Di Kecamatan Bengkalis, Program KUBE dinilai telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif. Melalui bantuan modal usaha, pendampingan, dan pembinaan secara berkelanjutan, kelompok-kelompok usaha mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha, memperkuat kerja sama antaranggota, serta membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, H. Hambali, mengatakan keberhasilan Program KUBE tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan kelompok dalam mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendampingan, monitoring, dan evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Program KUBE merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan, memperkuat solidaritas sosial, serta menciptakan lapangan usaha yang berkelanjutan.
Ke depan, Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis akan terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program KUBE melalui penguatan pendampingan, peningkatan kapasitas kelompok, serta sinergi dengan berbagai pihak agar program pemberdayaan ekonomi masyarakat semakin optimal dan mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di Kecamatan Bengkalis maupun wilayah lainnya. Dinas Sosial juga memiliki tugas dalam pemberdayaan sosial dan penanganan fakir miskin sebagai bagian dari penyelenggaraan kesejahteraan sosial di daerah.
Sementara itu, mahasiswa Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis, Irmansyah, mengatakan kemiskinan masih menjadi persoalan struktural yang dihadapi banyak daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bengkalis, khususnya Kecamatan Bengkalis.
Menurutnya, berbagai program bantuan sosial telah digulirkan pemerintah, namun pendekatan yang bersifat karitatif belum cukup mengangkat masyarakat keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan. Program KUBE hadir sebagai instrumen kebijakan yang mengubah paradigma dari sekadar memberikan bantuan menjadi mendorong masyarakat agar mampu mandiri melalui usaha produktif.
“KUBE dirancang sebagai wadah kolektif bagi masyarakat miskin untuk mengembangkan usaha produktif secara bersama-sama dengan dukungan bantuan modal, pelatihan keterampilan, dan pendampingan. Konsep ini sejalan dengan prinsip pemberdayaan ekonomi masyarakat yang menekankan partisipasi aktif dan kemandirian,” jelas Irmansyah, yang juga merupakan staf pada Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis.
Namun demikian, ia menilai efektivitas implementasi program di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti lemahnya kekompakan anggota kelompok, minimnya pendampingan pascapencairan bantuan, keterbatasan akses pasar, hingga rendahnya kapasitas manajerial pengelola kelompok.
“Tanpa pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan, bantuan yang semula dimaksudkan sebagai modal usaha berisiko hanya menjadi bantuan konsumtif jangka pendek yang tidak meninggalkan dampak pemberdayaan yang nyata,” katanya.
Dosen pembimbing, Dr. Masuri dan Dr. Zulhendri, menilai kajian mengenai efektivitas Program KUBE di Kecamatan Bengkalis penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana program tersebut mampu mencapai tujuan utamanya, yakni meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan usaha baru, dan menumbuhkan kemandirian ekonomi keluarga miskin.
Menurut mereka, aspek yang perlu dikaji meliputi ketepatan sasaran penerima manfaat, kualitas pendampingan dari instansi terkait, tingkat partisipasi anggota kelompok, serta keberlanjutan usaha setelah program berjalan.
Mereka berharap penelitian ini tidak hanya berhenti pada evaluasi normatif, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Penguatan pendampingan berkelanjutan, sinergi lintas sektor dalam membuka akses pasar, serta penguatan kelembagaan kelompok usaha dinilai menjadi faktor penting agar Program KUBE benar-benar menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan Program KUBE tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu mengubah pola pikir dan perilaku ekonomi masyarakat penerima manfaat. Kecamatan Bengkalis, dengan berbagai potensi dan tantangannya, diharapkan dapat menjadi contoh dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan pemberdayaan ekonomi berbasis Kelompok Usaha Bersama di daerah.*(Tengku)
Penulis : Tengku
Editor : Redaksi
Sumber Berita: ISNJ














