Kota Sorong Papua Barat Daya – Pimpinan dan anggota DPR Kota Sorong melakukan kunjungan ke Fuel Terminal (FT) atau Depo Pertamina Sorong untuk memastikan kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) di tengah beredarnya isu kelangkaan BBM di sejumlah SPBU di Kota Sorong, Senin (3/8/2026).
Kunjungan itu diterima langsung oleh Sales Area Manager Retail Papua Barat dan Papua Barat Daya PT Pertamina Patra Niaga, Arif Rohman Khakim, bersama Fuel Terminal Manager Sorong PT Pertamina Patra Niaga, Rachmad Kuncoro Utomo.
Dalam konferensi pers usai pertemuan, pihak Pertamina menegaskan bahwa informasi mengenai kelangkaan BBM di Kota Sorong tidak benar, Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami pastikan tidak ada kelangkaan BBM di SPBU Kota Sorong, Masyarakat tidak perlu panik ataupun melakukan panic buying, Stok BBM di Fuel Terminal Sorong dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar 17 hari ke depan untuk produk Pertalite, Pertamax, dan Biosolar,” ujar Arif Rohman Khakim.
Arif mengatakan setiap SPBU reguler di Kota Sorong saat ini memperoleh alokasi sekitar 15 kiloliter (KL) BBM per hari, Apabila terjadi peningkatan konsumsi, Pertamina siap menambah pasokan sesuai kebutuhan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.
Arif juga memastikan tidak ada pengurangan kuota distribusi BBM ke SPBU, Menurutnya, antrean kendaraan yang sempat terjadi lebih disebabkan tingginya aktivitas masyarakat pada jam-jam tertentu, bukan karena keterbatasan stok, Untuk mengantisipasi kondisi itu, Pertamina telah menyiagakan tim di lapangan dan siap melakukan penambahan pasokan (topping up) apabila stok di SPBU mendekati batas minimum.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR Kota Sorong, Saman Bugis, mengatakan kunjungan itu dilakukan untuk memastikan secara langsung kondisi stok BBM sekaligus menjawab keresahan masyarakat akibat isu yang beredar.
“Setelah kami mendengar penjelasan langsung dari pihak Pertamina, kami memastikan bahwa stok BBM di Kota Sorong masih aman dan tidak ada kelangkaan, Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Saman.
Namun demikian, Saman menegaskan bahwa Pertamina harus bertanggung jawab penuh apabila di kemudian hari terjadi kendala dalam distribusi maupun ketersediaan BBM di Kota Sorong.
Menurutnya, sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam penyaluran BBM, Pertamina wajib memastikan pasokan tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Kami meminta Pertamina benar-benar menjaga komitmennya, Jangan sampai masyarakat dirugikan akibat keterlambatan distribusi ataupun persoalan lainnya. Pertamina harus bertanggung jawab memastikan stok tetap aman dan distribusi berjalan lancar di seluruh SPBU di Kota Sorong,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPR Kota Sorong bersama pihak Pertamina akan turun langsung ke sejumlah SPBU untuk memantau kondisi di lapangan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
“Kami akan terus melakukan pengawasan. Jika ditemukan kendala di lapangan, kami berharap segera ditindaklanjuti oleh Pertamina agar masyarakat tidak kembali dibuat resah,” pungkasnya.
Di akhir konferensi pers, Pertamina kembali memastikan stok BBM di Fuel Terminal Sorong dalam kondisi aman, distribusi ke seluruh SPBU tetap berjalan normal, dan siap menambah pasokan apabila terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Penulis : Leonardo Alfredo Kara
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat Info














