SUARARAKYAT.info|| SUKABUMI – Ada pemandangan berbeda di SMPN 4 Kota Sukabumi, Kamis (12/02/2026). Ratusan siswa tampak antre dengan wajah ceria, bukan hanya karena menu makan siang yang menggugah selera, tetapi juga karena dua “superhero” hadir menyapa mereka di tengah kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karamat Gunungpuyuh menghadirkan konsep penyajian prasmanan yang unik dan penuh warna. Para petugas SPPG tampil mengenakan kostum superhero lengkap dengan jubah cerah dan topeng khas tokoh pahlawan. Suasana sekolah yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi lebih hidup, diselimuti gelak tawa dan antusiasme para siswa.
Dengan gaya khas bak pahlawan dalam film, para petugas menyapa siswa satu per satu sambil menyajikan makanan. Tak hanya membagikan menu, mereka juga mengingatkan pentingnya mengambil porsi seimbang serta tidak menyisakan makanan. Pesan gizi pun terasa lebih ringan dan mudah diterima karena dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SPPG Karamat Gunungpuyuh, Didi Ahyadi, menjelaskan bahwa konsep prasmanan ini sengaja dihadirkan bukan sekadar variasi teknis, melainkan sebagai upaya membangun kedekatan emosional antara penyelenggara dan siswa.
“Konsep prasmanan ini bukan hanya perubahan cara penyajian. Kami ingin MBG menjadi pengalaman yang berkesan, menyenangkan, dan tetap edukatif. Anak-anak merasa diperhatikan, sekaligus memahami pentingnya gizi seimbang,” ujar Didi.
Sebanyak 930 siswa SMPN 4 Kota Sukabumi menikmati menu MBG yang lengkap dan bernutrisi. Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, branded chicken, tahu bumbu Padang, cah brokoli dan wortel, susu pasteurisasi, serta potongan buah semangka dan melon. Kombinasi tersebut dirancang sesuai anjuran Badan Gizi Nasional (BGN) agar kebutuhan nutrisi harian siswa terpenuhi.
M775enurut Didi, ini merupakan kali kedua konsep prasmanan diterapkan. Sebelumnya, pola serupa telah dilaksanakan di SMK 2 Kota Sukabumi dan mendapat respons positif. Ke depan, SPPG siap menyesuaikan pola penyajian sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing sekolah.
“Kalau sekolah meminta konsep prasmanan, kami siap menyanggupi. Yang terpenting adalah standar gizi tetap terpenuhi. Kami ingin anak-anak bukan hanya kenyang, tapi juga sehat dan bahagia,” tegasnya.
Bagi para siswa, kehadiran petugas berkostum superhero menjadi pengalaman tak terlupakan. Mereka tak lagi melihat penyaji makanan sekadar petugas dapur, melainkan “pahlawan gizi” yang hadir memastikan mereka tumbuh sehat dan kuat.
Salah seorang siswi, Seril Putri Angraina, mengaku sangat senang dengan konsep baru tersebut.
“Sangat senang banget. Menunya bervariasi dan enak, jadi makin semangat makan. Apalagi ada kakak-kakak pakai kostum superhero, jadi seru dan nggak membosankan. Semoga prasmanan seperti ini terus ada,” ujarnya sambil tersenyum.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemenuhan gizi bisa dikemas dengan cara kreatif dan humanis. Di balik kostum superhero dan suasana ceria, terselip pesan penting tentang kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan generasi muda.
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, langkah kecil seperti ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap gizi anak tidak harus kaku dan formal. Dengan sentuhan kreativitas, MBG bukan sekadar program, melainkan momen kebersamaan yang meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa.
Hari itu, di SMPN 4 Kota Sukabumi, para superhero memang tidak datang untuk menyelamatkan dunia. Mereka datang membawa sesuatu yang tak kalah penting: sepiring makanan bergizi dan senyum kebahagiaan.
Penulis : Prim RK
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














