Efisiensi Anggaran Jadi Pertimbangan, Pemkab Sukabumi Dominasi Perbaikan Jalan dengan Hotmix Sepanjang 2025

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mengoptimalkan program perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan sepanjang tahun 2025. Di tengah keterbatasan anggaran dan luasnya jaringan jalan kabupaten yang harus ditangani, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi memilih strategi perbaikan yang dinilai paling efektif dan efisien, yakni dengan mendominasi penggunaan metode pengaspalan hotmix.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengungkapkan bahwa mayoritas pekerjaan perbaikan jalan tahun ini memang menggunakan metode hotmix. Kebijakan tersebut diambil agar pemerintah daerah dapat menjangkau lebih banyak titik ruas jalan yang mengalami kerusakan, baik ringan maupun sedang.

“Sepanjang 2025, perbaikan jalan didominasi oleh hotmix karena metode ini lebih efisien dari sisi pembiayaan dan pelaksanaan. Dengan anggaran yang sama, kita bisa menangani lebih banyak ruas,” ujar Uus Firdaus saat ditemui, Selasa (27/1/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, Uus menegaskan bahwa metode pengecoran beton tetap diterapkan, namun hanya pada ruas-ruas tertentu yang dinilai prioritas. Ruas jalan yang dilalui kendaraan bertonase berat, seperti angkutan material, hasil industri, maupun kawasan dengan kontur tanah yang membutuhkan kekuatan struktur lebih tinggi, menjadi sasaran utama pengecoran.

“Pengecoran tidak kita tinggalkan, tapi selektif. Biasanya untuk jalan yang sering dilalui angkutan berat atau kondisi kontur yang memang membutuhkan struktur lebih kuat,” jelasnya.

Menurut Uus, salah satu alasan utama keterbatasan penerapan pengecoran beton adalah faktor biaya. Dibandingkan hotmix, metode pengecoran membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.

READ  Rudi Heryanto: Bupati Sukabumi Bukan Tak Tanggap, Tapi Terjebak Efisiensi Anggaran Rp 726 Miliar

“Kalau pengecoran, biayanya bisa dua kali lipat dibandingkan pengaspalan hotmix. Itu yang menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan anggaran,” terangnya.

Dari sisi teknis, Uus mengakui bahwa jalan dengan metode pengecoran memiliki keunggulan dalam hal durabilitas dan usia pakai. Struktur beton dinilai lebih tahan terhadap beban berat dan memiliki umur layanan yang lebih panjang dibandingkan hotmix.

Namun demikian, dalam konteks pembangunan dan pemeliharaan jalan secara menyeluruh, hotmix dinilai sebagai pilihan paling rasional. Selain biaya yang lebih efisien, proses pengerjaannya juga relatif lebih cepat sehingga dampak gangguan terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalisasi.

“Hotmix memang tidak sekuat pengecoran dalam jangka panjang, tapi dari sisi efektivitas dan pemerataan pembangunan, metode ini memungkinkan kita menjangkau ruas jalan yang lebih luas,” ujarnya.

Uus menambahkan, strategi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta distribusi barang dan jasa di Kabupaten Sukabumi yang memiliki wilayah cukup luas dan beragam kondisi geografis.

“Dengan pendekatan ini, kami berharap perbaikan dan pemeliharaan jalan bisa dirasakan lebih merata oleh masyarakat, meskipun dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” pungkas Uus Firdaus.

Penulis : Edi

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distribusi Dana Zakat Disorot: Kesehatan dan Dakwah Jadi Perbincangan Publik di Sukabumi
Pekerjaan Jembatan Kamandoran Karangtengah Mulai Dikerjakan, Bimob Polda Jabar Pantau Langsung Progres 
Ketua SMSI Sukabumi Raya Semprot Oknum Wartawan yang Intimidasi Kurir GTL di Cicurug
Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru
Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga
Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi
Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi
Proyek Menara BTS di Parungkuda Disetop Sementara, Perizinan PBG Jadi Sorotan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 04:08 WIB

Distribusi Dana Zakat Disorot: Kesehatan dan Dakwah Jadi Perbincangan Publik di Sukabumi

Minggu, 19 April 2026 - 22:20 WIB

Ketua SMSI Sukabumi Raya Semprot Oknum Wartawan yang Intimidasi Kurir GTL di Cicurug

Sabtu, 18 April 2026 - 13:47 WIB

Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru

Jumat, 17 April 2026 - 08:41 WIB

Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga

Kamis, 16 April 2026 - 15:11 WIB

Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi

Berita Terbaru