SUARARAKYAT.info || GARUT — Memasuki puncak arus balik pasca Hari Raya Idul Fitri 2026, kondisi lalu lintas di jalur selatan Jawa Barat, khususnya rute Ciwidey hingga Cidaun, dilaporkan relatif lancar dan terkendali hingga akhir masa libur panjang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tidak ditemukan kepadatan signifikan maupun antrean panjang kendaraan seperti yang kerap terjadi pada periode arus balik di tahun-tahun sebelumnya. Arus kendaraan terpantau didominasi oleh pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, yang kembali dari kawasan wisata pesisir selatan maupun kampung halaman.
Petugas dari Kepolisian Republik Indonesia bersama dinas perhubungan setempat terlihat aktif melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis. Penempatan personel di jalur rawan macet serta pengawasan intensif di titik-titik dengan kontur jalan berkelok dan menanjak dinilai cukup efektif dalam mengantisipasi potensi kepadatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya kepada awak media, BPK Saparudin, PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) asal Serang, Banten, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus balik tahun ini. Ia menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek lalu lintas, tetapi juga keselamatan pengguna jalan.
“Pengaturan lalu lintas dilakukan secara optimal dengan dukungan berbagai pihak. Kami juga terus memantau kondisi jalur untuk memastikan tidak ada hambatan berarti yang dapat mengganggu kelancaran arus balik,” ujar Saparudin saat ditemui di lokasi.minggu (29/3/2026)
Selain faktor pengamanan, kondisi cuaca yang relatif bersahabat turut memberikan kontribusi terhadap kelancaran perjalanan para pemudik. Minimnya hujan deras selama periode arus balik mengurangi risiko gangguan seperti jalan licin maupun longsor, meskipun beberapa titik di wilayah selatan Jawa Barat masih dikategorikan rawan bencana.
Meski situasi terpantau kondusif, petugas tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur yang minim penerangan pada malam hari. Pengemudi juga diingatkan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta tidak memaksakan diri berkendara saat kelelahan.
Sejumlah pemudik mengaku perjalanan mereka kali ini terasa lebih nyaman dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu pengendara menyebutkan bahwa waktu tempuh dari kawasan pantai menuju Ciwidey jauh lebih singkat dan bebas hambatan.
“Alhamdulillah perjalanan lancar, tidak ada macet panjang. Lebih cepat sampai dibanding tahun lalu,” ungkapnya.
Pemerintah daerah berharap kondisi ini dapat terus terjaga hingga seluruh pemudik tiba di tujuan masing-masing dengan selamat. Dengan sinergi antara aparat, pemerintah, serta kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, arus balik Lebaran 2026 di jalur selatan Jawa Barat diharapkan menjadi salah satu yang paling aman dan lancar dalam beberapa tahun terakhir.
Penulis : AK
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














