Distribusi Dana Zakat Disorot: Kesehatan dan Dakwah Jadi Perbincangan Publik di Sukabumi

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 04:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Kinerja penghimpunan dan penyaluran dana Zakat, Infak, Sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS & DSKL) oleh BAZNAS Kabupaten Sukabumi sepanjang periode Januari hingga Agustus 2025 menunjukkan capaian signifikan. Namun di balik angka yang terbilang besar, sorotan publik mulai mengarah pada komposisi alokasi anggaran, khususnya pada sektor kesehatan serta program dakwah dan advokasi.Senin (20/4/2026)

Berdasarkan data resmi, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 41.440.433.742,-. Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar berasal dari zakat fitrah yang mencapai Rp 25.148.255.791,- atau sekitar 60,5 persen. Disusul zakat maal perorangan sebesar Rp 12.732.790.609,- (31 persen), infak/sedekah tidak terikat sebesar Rp 3.346.556.955,- (8,5 persen), serta infak/sedekah terikat sebesar Rp 212.830.387,- (0,5 persen).

Sementara itu, realisasi penyaluran dana tercatat sebesar Rp 38.823.926.764,-. Secara umum, distribusi terbesar dialokasikan untuk program kemanusiaan dengan nilai Rp 32.606.904.767,- atau setara 75 persen dari total penyaluran. Angka ini mencerminkan fokus lembaga dalam merespons kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam konteks bantuan sosial dan penanggulangan kondisi darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, perhatian publik mulai tertuju pada sektor lain yang dinilai memiliki peran strategis, yakni kesehatan serta dakwah dan advokasi. Untuk program kesehatan, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 5.365.556.997,- atau sekitar 12 persen. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, angka ini memicu diskursus terkait sejauh mana efektivitas dan jangkauan program yang dijalankan.

Tak kalah menjadi sorotan adalah alokasi dana untuk program dakwah dan advokasi yang mencapai Rp 4.720.225.400,- atau 11 persen. Sejumlah kalangan mempertanyakan proporsi tersebut, terutama dalam konteks prioritas kebutuhan masyarakat yang dinilai masih didominasi persoalan ekonomi dan akses layanan dasar. Meski demikian, pihak terkait menilai bahwa program dakwah dan advokasi tetap memiliki urgensi dalam membangun kesadaran sosial, penguatan nilai keagamaan, serta pendampingan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

READ  Tarif Parkir Rp30 Ribu di Kawasan Wisata Karang Naya Tuai Protes, Dugaan Permainan Oknum Mencuat

Di sisi lain, program pendidikan dan ekonomi tercatat menerima porsi yang relatif kecil, masing-masing sebesar Rp 473.865.000,- (1 persen) dan Rp 377.600.000,- (1 persen). Kondisi ini turut memunculkan kritik, mengingat sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi sering dianggap sebagai solusi jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan.

Sejumlah pengamat menilai bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik. Selain itu, evaluasi berkala terhadap prioritas program dinilai penting agar distribusi anggaran dapat lebih proporsional dan tepat sasaran.

Hingga saat ini, BAZNAS di tingkat daerah diharapkan mampu menjawab berbagai dinamika tersebut dengan pendekatan yang adaptif, sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah dana yang dihimpun benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Sorotan publik ini menjadi refleksi penting bahwa pengelolaan dana sosial keagamaan tidak hanya berbicara soal capaian angka, tetapi juga menyangkut keberpihakan, keadilan distribusi, dan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat luas.

Upaya Konfirmasi

Dalam upaya menjaga keberimbangan informasi, redaksi telah beberapa kali menghubungi pihak BAZNAS Kabupaten Sukabumi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp guna memperoleh klarifikasi terkait komposisi anggaran serta pelaksanaan program. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan jawaban maupun tanggapan resmi.

Redaksi akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan dan membuka ruang klarifikasi apabila pihak BAZNAS Kabupaten Sukabumi memberikan pernyataan resmi di kemudian hari.

Penulis : HS/Tim

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pekerjaan Jembatan Kamandoran Karangtengah Mulai Dikerjakan, Bimob Polda Jabar Pantau Langsung Progres 
Ketua SMSI Sukabumi Raya Semprot Oknum Wartawan yang Intimidasi Kurir GTL di Cicurug
Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru
Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga
Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi
Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi
Proyek Menara BTS di Parungkuda Disetop Sementara, Perizinan PBG Jadi Sorotan
Jalan Karangtengah Dipenuhi Tanah Berserakan, Pengendara Terancam Tergelincir dan Jarak Pandang Terganggu
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 04:08 WIB

Distribusi Dana Zakat Disorot: Kesehatan dan Dakwah Jadi Perbincangan Publik di Sukabumi

Minggu, 19 April 2026 - 23:15 WIB

Pekerjaan Jembatan Kamandoran Karangtengah Mulai Dikerjakan, Bimob Polda Jabar Pantau Langsung Progres 

Minggu, 19 April 2026 - 22:20 WIB

Ketua SMSI Sukabumi Raya Semprot Oknum Wartawan yang Intimidasi Kurir GTL di Cicurug

Sabtu, 18 April 2026 - 13:47 WIB

Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru

Jumat, 17 April 2026 - 08:41 WIB

Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga

Berita Terbaru