SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Polemik terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pakuhaji, Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak pengelola. Yayasan Sukabumi Sukses Sejahtera (3S) selaku pelaksana melalui SPPG Parungkuda Bojongkokosan 2 angkat bicara pada Rabu (25/2/2026).
Sebelumnya, pemberitaan di media suararakyat.info memuat keluhan sejumlah orang tua murid yang menilai menu MBG yang diberikan kepada siswa tidak sesuai standar dan terkesan minim. Foto menu yang beredar di media sosial pun memicu perbincangan luas dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, pihak Yayasan 3S menegaskan bahwa gambar menu yang beredar merupakan foto yang terpotong dan tidak menampilkan keseluruhan paket makanan yang diterima siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Foto yang beredar itu tidak utuh. Ada bagian menu lain yang tidak tertangkap dalam gambar sehingga menimbulkan persepsi seolah-olah makanan yang diberikan tidak lengkap,” ujar perwakilan pengelola SPPG Parungkuda Bojongkokosan 2 dalam keterangannya.
Menurutnya, setiap paket MBG telah disusun berdasarkan komposisi gizi yang telah ditentukan, meliputi sumber karbohidrat, protein, serta tambahan nutrisi lainnya. Pihak pengelola juga menyebut bahwa proses distribusi makanan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dasar serta mencegah stunting dan kekurangan nutrisi. Di berbagai daerah, implementasi program ini terus menjadi sorotan publik untuk memastikan kualitas, kuantitas, serta transparansi pelaksanaannya.
Yayasan 3S menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari orang tua murid maupun masyarakat. Namun, mereka berharap informasi yang beredar dapat disampaikan secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami tidak menutup diri dari evaluasi. Justru masukan dari orang tua menjadi bahan perbaikan bagi kami. Tetapi kami juga berharap informasi yang disampaikan tidak sepotong-sepotong,” tegasnya.
Sejumlah orang tua murid yang sebelumnya mengeluhkan menu mengaku berharap adanya pengawasan yang lebih ketat serta komunikasi yang lebih terbuka antara pihak sekolah, pengelola, dan wali murid. Transparansi dinilai menjadi kunci agar program yang bertujuan baik ini tidak memicu polemik di lapangan.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam kegaduhan yang sempat mencuat serta menjadi momentum evaluasi bersama demi keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis yang lebih akuntabel dan tepat sasaran.
Editor : Red














