Menu MBG Dikeluhkan, Warga SDN Ubrug Sukabumi Soroti Kualitas dan Kelayakan Konsumsi

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Program Makan Bergizi (MBG) yang digulirkan untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik di sejumlah sekolah dasar menuai sorotan. Warganet mengunggah foto serta video menu MBG yang diberikan kepada siswa di SDN Ubrug  Kecamatan warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disertai keluhan terkait kualitas dan variasi makanan selama tiga hari berturut-turut.(24/2/2026)

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, terlihat makanan dibungkus plastik sederhana. Menu yang diterima siswa disebut hanya berupa makanan ringan seperti kerupuk, kacang dalam kemasan kecil, kurma, dan roti tanpa tambahan susu maupun lauk bergizi lainnya. Sejumlah orang tua murid mempertanyakan standar kelayakan gizi serta konsistensi mutu dari program tersebut.

“Kalau ini disebut makan bergizi, di mana gizinya? Anak-anak butuh asupan protein, sayur, dan makanan layak, bukan sekadar pengganjal lapar,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku kecewa karena selama tiga hari berturut-turut anaknya menerima menu yang dinilai tidak memenuhi harapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan serupa juga ramai diperbincangkan di grup percakapan orang tua siswa. Mereka menilai kemasan dan isi makanan tidak mencerminkan program yang digadang-gadang sebagai upaya peningkatan kualitas gizi anak sekolah. Beberapa warga bahkan meminta adanya evaluasi dari pihak penyelenggara maupun instansi terkait agar program tersebut tidak sekadar formalitas administratif.

READ  Dua Kali Terjadi, Program MBG di Nagrak Sukabumi Diduga Sajikan Makanan Berbau Tak Layak Konsumsi

“Programnya bagus, tapi pelaksanaannya harus diawasi. Jangan sampai anggaran besar, tapi anak-anak hanya dapat makanan seadanya,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun penyedia program MBG terkait standar menu dan mekanisme pengawasan distribusi makanan tersebut. Masyarakat berharap Dinas Pendidikan maupun instansi terkait di Kabupaten Sukabumi segera turun tangan melakukan klarifikasi dan evaluasi.

Program Makan Bergizi pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan asupan nutrisi anak usia sekolah demi menunjang tumbuh kembang dan konsentrasi belajar. Namun, kasus di Ubrug ini menjadi pengingat bahwa transparansi, kualitas, serta pengawasan distribusi harus menjadi prioritas utama agar tujuan program benar-benar tercapai.

Warga berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap aspirasi masyarakat, serta memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas makanan yang sehat, layak, dan bergizi.

Catatan Redaksi:

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak sekolah, penyedia program MBG, maupun instansi terkait di Kabupaten Sukabumi guna menjaga prinsip keberimbangan informasi. Informasi dalam berita ini bersumber dari keluhan orang tua siswa serta unggahan yang beredar di media sosial. Apabila terdapat kekeliruan data atau informasi tambahan, redaksi siap melakukan pembaruan sesuai kaidah jurnalistik yang berlaku.

Penulis : Hs/Prim

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung
Tarif Parkir RS DKH Cibadak Dikeluhkan Pengunjung, Diminta Dievaluasi Demi Meringankan Beban Keluarga Pasien
Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya
Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar
Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur
Yudha Sukmagara: KNPI Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Organisasi Proposal
DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:11 WIB

Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:43 WIB

Tarif Parkir RS DKH Cibadak Dikeluhkan Pengunjung, Diminta Dievaluasi Demi Meringankan Beban Keluarga Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 00:34 WIB

Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:14 WIB

Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:56 WIB

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar

Berita Terbaru