Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Tim SAR Intensifkan Pencarian Korban Selamat

- Penulis

Minggu, 18 Januari 2026 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Maros, Sulawesi Selatan — Harapan untuk menemukan korban selamat masih terus dijaga. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh dan hilang kontak di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, wilayah perbatasan antara Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penemuan serpihan tersebut menjadi titik terang setelah upaya pencarian dilakukan secara intensif sejak laporan hilangnya kontak pesawat diterima. Serpihan badan pesawat ditemukan di area pegunungan dengan kontur terjal dan vegetasi lebat, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi tim pencari di lapangan.

Komandan Tim SAR Gabungan menyampaikan bahwa temuan tersebut mengonfirmasi lokasi jatuhnya pesawat. Meski demikian, proses evakuasi dan pencarian korban masih menghadapi hambatan serius, mulai dari medan yang sulit diakses, cuaca yang berubah cepat, hingga keterbatasan jarak pandang di kawasan pegunungan karst tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fokus utama kami saat ini adalah mencari dan menyelamatkan korban yang masih mungkin ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh potensi SAR dikerahkan, baik melalui jalur udara maupun darat,” ujar salah satu pejabat SAR di lokasi pencarian dikutip detik

Dalam operasi ini, Tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan pecinta alam, hingga masyarakat setempat yang mengenal karakter medan Gunung Bulusaraung. Helikopter dikerahkan untuk pemantauan udara dan pengiriman logistik, sementara tim darat harus berjalan kaki berjam-jam menembus jalur ekstrem untuk mencapai titik serpihan ditemukan.

READ  Empat Hari Tak Kembali dari Laut, Nelayan Desa Kasieh Masih Dalam Pencarian

Sejumlah personel SAR juga dilaporkan mendirikan pos lapangan di beberapa titik strategis guna mempercepat koordinasi dan respon evakuasi. Penggunaan peralatan khusus pendakian dan medis darurat disiapkan mengingat potensi korban yang mengalami luka berat.

Medan Sulit dan Cuaca Jadi Tantangan

Gunung Bulusaraung dikenal memiliki tebing curam, jurang dalam, serta hutan lebat yang menyulitkan pergerakan tim. Selain itu, kabut tebal kerap turun secara tiba-tiba, membatasi jarak pandang helikopter dan memperlambat pencarian dari udara.

Meski demikian, Tim SAR memastikan operasi pencarian tidak akan dihentikan dan akan terus dilakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.

Keluarga Penumpang Menanti dengan Harap dan Cemas

Sementara itu, keluarga penumpang dan awak pesawat terus menanti kabar terbaru dengan penuh harap dan kecemasan. Posko informasi dibuka untuk memberikan perkembangan resmi terkait proses pencarian serta menghindari simpang siur informasi.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi, demi menjaga ketenangan keluarga korban dan kelancaran operasi SAR.

Investigasi Akan Dilakukan Setelah Evakuasi

Terkait penyebab jatuhnya pesawat, pihak berwenang menyatakan bahwa investigasi menyeluruh baru akan dilakukan setelah seluruh proses pencarian dan evakuasi korban selesai. Fokus saat ini sepenuhnya diarahkan pada misi kemanusiaan.

Operasi SAR direncanakan akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan, menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan dan hasil evaluasi harian.

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.
Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Tegas: Pelanggaran Higienitas dan Keracunan Tak Bisa Ditoleransi
Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan
Sorotan Publik Menguat, Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Menjunjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum
Diduga Serang Kehormatan Melalui Komentar TikTok, ATHIA Layangkan Ultimatum 1×24 Jam: Buktikan Tuduhan atau Klarifikasi Secara Terbuka
Penggeledahan  di Rumah Kadis PUPR Bengkulu, KPK Sita Lima Koper dan Sejumlah Kardus Barang Bukti
FABEM Jabar Dorong Penguatan Rantai Pasok Nasional, Nilai Figur Berpengalaman Peternakan Dibutuhkan untuk Dampingi Menteri Pertanian
9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:42 WIB

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Tegas: Pelanggaran Higienitas dan Keracunan Tak Bisa Ditoleransi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:56 WIB

Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan

Senin, 27 Juli 2026 - 05:21 WIB

Sorotan Publik Menguat, Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Menjunjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:13 WIB

Diduga Serang Kehormatan Melalui Komentar TikTok, ATHIA Layangkan Ultimatum 1×24 Jam: Buktikan Tuduhan atau Klarifikasi Secara Terbuka

Berita Terbaru