Membaca Arah Pemberantasan Narkotika di Pasuruan: Aliansi BEMPAS Raya Berikan Catatan Reflektif Atas Capaian Tahun 2025

- Penulis

Kamis, 1 Januari 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||PASURUAN – Publikasi rilis akhir tahun 2025 oleh Polres Pasuruan memantik diskusi mendalam dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEMPAS (BEM Pasuruan) Raya. Di tengah catatan gemilang mengenai lonjakan jumlah pengungkapan dugaan kasus narkotika, aliansi mahasiswa ini memberikan sorotan kritis terkait efektivitas strategi penindakan jika dibandingkan dengan volume barang bukti yang diamankan.

Berdasarkan data yang dirilis, jajaran Satresnarkoba Polres Pasuruan menunjukkan produktivitas yang sangat tinggi sepanjang tahun 2025. Tercatat, kepolisian berhasil mengungkap 308 kasus dengan total 413 tersangka, sebuah kenaikan signifikan jika dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan 205 kasus dan 251 tersangka.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris II Aliansi BEMPAS Raya, Ulva Jauharotul M, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras aparat di lapangan. Menurutnya, tingginya angka penangkapan membuktikan bahwa kepolisian sangat aktif bergerak merespons peredaran gelap narkotika di wilayah Pasuruan. Namun, Ulva juga memberikan catatan reflektif mengenai anomali data barang bukti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita patut mengapresiasi dedikasi kepolisian yang berhasil mengamankan ratusan tersangka. Namun, ada hal menarik yang perlu kita cermati bersama. Pada tahun 2024, dengan 205 kasus, barang bukti sabu mencapai 4.431,08 gram. Sementara di tahun 2025, meski pengungkapan melonjak jadi 308 kasus, barang bukti sabu justru turun menjadi 2.856,51 gram. Begitu juga dengan okerbaya yang turun dari 15.322 butir menjadi 10.473 butir,” papar Ulva.Kamis (1/1/2026)

READ  FABEM Jawa Timur: Kemerdekaan 80 Tahun Belum Sepenuhnya Diraih, Pemerintah Diminta Peka pada Persoalan Sosial

Koordinator Aliansi BEMPAS Raya, M. Ubaidillah Abdi, menilai bahwa ketimpangan antara jumlah tersangka yang meningkat dan volume barang bukti yang menurun ini menjadi ruang evaluasi mengenai sasaran penegakan hukum selama setahun terakhir.

“Banyaknya tersangka dengan barang bukti yang justru mengecil mengindikasikan bahwa sebagian besar penangkapan kemungkinan masih didominasi oleh level pengguna atau pengecer kecil di hilir. Publik tentu berharap agar energi besar kepolisian ini lebih difokuskan untuk membidik jantung peredaran, yakni para bandar besar di wilayah Pasuruan,” tegas Ubaidillah.

Ia menambahkan, indikator keberhasilan yang sesungguhnya dalam perang melawan narkoba adalah seberapa besar suplai narkotika yang berhasil ditarik dari peredaran. Strategi “pukul hulu” dengan menitikberatkan pada penyitaan barang bukti skala masif dianggap jauh lebih efektif dibandingkan sekadar mengejar kuantitas angka jumlah kasus.

Memulai Hari Pertama di tahun 2026, Aliansi BEMPAS Raya berharap Polres Pasuruan dapat mengubah orientasi kinerjanya dari sekadar pemenuhan target angka administratif menuju kualitas pengungkapan. Penangkapan bandar dengan barang bukti yang signifikan menjadi harapan utama masyarakat agar rantai distribusi narkoba di Pasuruan benar-benar terputus hingga ke akarnya.

Sumber: Koordinator Aliansi BEMPAS Raya, M. Ubaidillah Abdi,

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinilai Abaikan Amanat Reformasi, BEM Pasuruan Raya Tolak Keras Pengesahan Revisi UU Polri
Ormas Aksi Bela Rakyat Serahkan Berkas Hak Angket ke DPRD, Usulkan Pemakzulan Wali Kota Sukabumi
Keponakan Pahlawan Nasional Marsinah, Prajurit TNI AD Wahyu Tetap Tegar Bertugas di Papua Meski Ditinggal Sang Ayah
Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan
Empat Bulan Buron, Oknum Kiai Cabul Cicantayan Belum Ditangkap: Publik Pertanyakan Nyali dan Keseriusan APH
APMP Jatim Serahkan Dokumen Bukti Tambahan Dugaan Korupsi RSUD Dr Soetomo ke Kejari Surabaya, Minta Proses Hukum Transparan 
Diduga Gelanggang Judi Sabung Ayam di Teporo Kian Terang-terangan, Kepercayaan Publik terhadap Penegak Hukum Dipertaruhkan
May Day 2026 di Pasuruan: Antara Aksi Perjuangan dan Semangat Kebersamaan Buruh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:06 WIB

Dinilai Abaikan Amanat Reformasi, BEM Pasuruan Raya Tolak Keras Pengesahan Revisi UU Polri

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:26 WIB

Ormas Aksi Bela Rakyat Serahkan Berkas Hak Angket ke DPRD, Usulkan Pemakzulan Wali Kota Sukabumi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:20 WIB

Keponakan Pahlawan Nasional Marsinah, Prajurit TNI AD Wahyu Tetap Tegar Bertugas di Papua Meski Ditinggal Sang Ayah

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:10 WIB

Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan

Senin, 25 Mei 2026 - 02:21 WIB

Empat Bulan Buron, Oknum Kiai Cabul Cicantayan Belum Ditangkap: Publik Pertanyakan Nyali dan Keseriusan APH

Berita Terbaru