May Day 2026 di Pasuruan: Antara Aksi Perjuangan dan Semangat Kebersamaan Buruh

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 00:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || PASURUAN – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi kalangan pekerja di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dalam menyambut agenda tahunan tersebut, Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Pasuruan mengimbau seluruh buruh agar tetap menjaga kondusifitas, ketertiban, serta mengedepankan sikap damai dalam menyampaikan aspirasi.

Ketua KSPSI Kabupaten Pasuruan, Suherman, menegaskan bahwa May Day bukan sekadar seremoni atau aksi turun ke jalan semata, melainkan refleksi panjang dari sejarah perjuangan kaum buruh dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, serta keadilan di tempat kerja. Oleh karena itu, ia meminta agar setiap kegiatan yang dilakukan dalam rangka peringatan Hari Buruh tetap mengedepankan nilai-nilai persatuan dan tanggung jawab sosial.

“Momentum Hari Buruh ini harus kita maknai secara lebih luas. Tidak hanya soal aksi, tetapi juga refleksi perjuangan buruh agar tetap berjalan dengan tertib, aman, dan damai. Kami mengimbau kepada seluruh buruh, khususnya yang akan berangkat ke Surabaya untuk mengikuti aksi, agar menjaga keamanan, tidak terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat,” ujar Suherman, Selasa (28/04/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, aksi unjuk rasa merupakan bagian dari hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Namun demikian, pelaksanaannya harus tetap berada dalam koridor hukum dan dilakukan secara bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga citra gerakan buruh agar tetap mendapat dukungan dari masyarakat luas.

“Gerakan buruh harus tetap menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi. Jangan sampai perjuangan yang kita lakukan justru menimbulkan citra negatif. Kita ingin masyarakat melihat bahwa buruh adalah bagian penting dari pembangunan bangsa yang berjuang dengan cara-cara yang santun dan bermartabat,” tambahnya.

Di sisi lain, peringatan May Day di Kabupaten Pasuruan juga akan diisi dengan kegiatan yang lebih bersifat kebersamaan. KSPSI bersama sejumlah elemen buruh lainnya telah menyiapkan agenda perayaan yang dipusatkan di kawasan Taman Candra Wilwatikta. Kegiatan tersebut akan dikemas dalam bentuk silaturahmi antar pekerja, hiburan rakyat, serta konsolidasi organisasi buruh dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban.

READ  Polres Trenggalek Kampanyekan Operasi Keselamatan Semeru 2026 Dengan 'Muncak Bareng'

Suherman menjelaskan bahwa kegiatan lokal ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas di kalangan buruh sekaligus memberikan ruang bagi pekerja untuk merayakan hari besar mereka dengan nuansa yang lebih positif.

“Kami ingin May Day juga menjadi ajang kebersamaan, bukan hanya aksi. Di Pasuruan, kita akan adakan kegiatan yang mempererat silaturahmi antar buruh, dengan hiburan dan konsolidasi. Ini penting untuk membangun kekuatan kolektif yang solid,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap memberikan dukungan penuh kepada para buruh yang memilih untuk turun ke jalan di Surabaya. Ia menilai bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari perjuangan yang sah untuk menyuarakan berbagai tuntutan yang hingga saat ini masih belum sepenuhnya terealisasi, seperti peningkatan kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, serta kepastian hukum bagi pekerja.

“Kami tetap mensupport kawan-kawan buruh yang melakukan aksi di Surabaya. Itu bagian dari perjuangan bersama dalam menuntut hak-hak pekerja. Namun sekali lagi, kami tekankan agar aksi dilakukan secara damai, tertib, dan tidak mengganggu kepentingan umum,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suherman berharap seluruh rangkaian kegiatan May Day 2026, baik yang berlangsung di Surabaya maupun di wilayah Kabupaten Pasuruan, dapat berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk aparat keamanan dan pemerintah daerah, untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif.

“Harapan kami, peringatan Hari Buruh tahun ini bisa berjalan aman, damai, dan penuh makna. Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat solidaritas dan semangat perjuangan buruh ke depan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinilai Abaikan Amanat Reformasi, BEM Pasuruan Raya Tolak Keras Pengesahan Revisi UU Polri
Ormas Aksi Bela Rakyat Serahkan Berkas Hak Angket ke DPRD, Usulkan Pemakzulan Wali Kota Sukabumi
Keponakan Pahlawan Nasional Marsinah, Prajurit TNI AD Wahyu Tetap Tegar Bertugas di Papua Meski Ditinggal Sang Ayah
Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan
Empat Bulan Buron, Oknum Kiai Cabul Cicantayan Belum Ditangkap: Publik Pertanyakan Nyali dan Keseriusan APH
APMP Jatim Serahkan Dokumen Bukti Tambahan Dugaan Korupsi RSUD Dr Soetomo ke Kejari Surabaya, Minta Proses Hukum Transparan 
Diduga Gelanggang Judi Sabung Ayam di Teporo Kian Terang-terangan, Kepercayaan Publik terhadap Penegak Hukum Dipertaruhkan
Klarifikasi Resmi: Isu Kematian Hilman Suararakyat Dipastikan Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:06 WIB

Dinilai Abaikan Amanat Reformasi, BEM Pasuruan Raya Tolak Keras Pengesahan Revisi UU Polri

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:26 WIB

Ormas Aksi Bela Rakyat Serahkan Berkas Hak Angket ke DPRD, Usulkan Pemakzulan Wali Kota Sukabumi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:20 WIB

Keponakan Pahlawan Nasional Marsinah, Prajurit TNI AD Wahyu Tetap Tegar Bertugas di Papua Meski Ditinggal Sang Ayah

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:10 WIB

Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan

Senin, 25 Mei 2026 - 02:21 WIB

Empat Bulan Buron, Oknum Kiai Cabul Cicantayan Belum Ditangkap: Publik Pertanyakan Nyali dan Keseriusan APH

Berita Terbaru