Jejak Legenda Batu Kukumbung di Laut Jayanti: Kopka Irvan Lakukan Monitoring Sambil Mengungkap Nilai Sejarah dan Budaya Lokal

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Cianjur-Pantai Jayanti di Cianjur Selatan kembali menjadi perhatian publik, bukan hanya karena keindahan alamnya yang menyejukkan mata, tetapi juga karena upaya aktif penjagaan yang dilakukan oleh aparat di wilayah tersebut. Kopka Irvan, yang bertugas melakukan monitoring rutin di sepanjang pesisir Laut Jayanti, tidak hanya memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan, tetapi juga terlibat dalam upaya pelestarian nilai sejarah dan budaya lokal yang melekat kuat di lokasi tersebut.Senin (8/12/2025)

Dalam patroli terbarunya, Kopka Irvan menelusuri area sekitar Batu Kukumbung, sebuah batu karang besar yang berdiri kokoh di antara hempasan ombak Pantai Jayanti. Batu tersebut bukan sekadar objek alam; ia telah menjadi bagian dari legenda turun-temurun masyarakat Sunda dan kerap dipandang sebagai situs keramat yang menyimpan nilai filosofis mendalam. Banyak masyarakat lokal maupun pendatang yang mengaitkannya dengan sosok legendaris Prabu Siliwangi


Meski tidak tercatat dalam sejarah formal, Batu Kukumbung dikenal luas melalui cerita lisan dan mitos yang diwariskan dari generasi ke generasi. Nama “Kukumbung” sendiri merujuk pada batu besar yang dianggap sebagai pusat energi spiritual dan tempat petilasan.

Beberapa cerita menyebutkan bahwa pada batu tersebut terdapat jejak telapak kaki Prabu Siliwangi dan jejak harimau, simbol sang raja yang melegenda. Keberadaan jejak tersebut, walaupun belum terverifikasi secara ilmiah, telah menjadi bagian penting dari imajinasi kolektif masyarakat Cianjur Selatan. Banyak peziarah datang untuk mencari berkah, menenangkan diri, atau sekadar menikmati suasana sakral yang diyakini menyelimuti area tersebut.


Selain nilai spiritual, batu ini berada di kawasan yang menawarkan panorama alam yang masih sangat alami. Ombaknya besar, udaranya bersih, sementara panorama matahari terbenam di cakrawala laut selatan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Di tengah minimnya catatan sejarah tertulis, berbagai pihak mencoba menjadikan cerita Batu Kukumbung tetap hidup dan relevan. Salah satunya adalah Dr. Agus Kapinis, seniman asal Bandung, Jawa Barat. Ia telah merilis sebuah karya berupa syair dan lagu bernuansa Sunda yang terinspirasi dari legenda batu tersebut. Karya ini disusun sebagai arsip budaya dan seni yang dapat memperkuat identitas lokal serta menjadi bagian dari dokumentasi sejarah dalam bentuk ekspresi seni.


Menurut Agus Kapinis, legenda Batu Kukumbung tidak boleh hilang ditelan zaman. Seni, menurutnya, adalah jembatan yang mampu menghubungkan masa lalu dengan masa kini, sekaligus mengajak generasi muda untuk memahami dan mencintai jejak sejarah yang ada di wilayahnya. “Ini bukan hanya soal batu, tetapi soal warisan budaya dan filosofi Sunda yang harus terus dijaga,” ujarnya dalam salah satu catatan rilisnya.

Kopka Irvan menegaskan bahwa tugas penjagaan bukan hanya sebatas memastikan wilayah tetap aman dan tertib. Baginya, melestarikan pantai dan menjaga nilai sejarah yang melekat di dalamnya adalah bagian penting dari tanggung jawab moral terhadap generasi penerus. Ia berharap Batu Kukumbung dapat semakin dikenal tanpa merusak maupun menghilangkan nilai sakral yang dijaga masyarakat selama ini.

“Pantai Jayanti bukan hanya objek wisata, tetapi rumah dari legenda, budaya, dan identitas warga setempat. Tugas kita menjaga agar semuanya tetap lestari,” ujar Irvan singkat.


Batu Kukumbung hadir sebagai simbol harmonisasi antara alam dan legenda dalam budaya Sunda. Keindahan Pantai Jayanti, mitos Prabu Siliwangi, serta karya seni yang diciptakan oleh para seniman seperti Dr. Agus Kapinis menciptakan ruang baru bagi pelestarian sejarah lokal.

Dengan perhatian berkelanjutan dari aparat, seniman, dan masyarakat, Batu Kukumbung bukan hanya menjadi objek wisata alam, tetapi juga ikon budaya yang memiliki tempat istimewa dalam perjalanan sejarah Cianjur Selatan.

Penulis : Agus Kapinis

Editor : Red-SR

Sumber Berita: Suararakyat. info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tan Jin Sing: Bupati Tionghoa Pertama Yogyakarta yang Terasing di Persimpangan Sejarah
Menelusuri Jejak Sejarah Palabuhan Ratu: Warisan Nyai Putri Purnamasari hingga Lahirnya Negeri Pesisir Pajajaran Kidul
Ratu Sunyalarang dan Nyi Rambut Kasih: Fragmen Sejarah Budaya Talaga Manggung Majalengka
Menguak Jejak Leluhur di Gunung Nagara Padang: Wisata Spiritual yang Menyatu dengan Sejarah Kampung Tutugan
Naskah Naewolo Poestoko Rojo 1375: Dokumen Adat Nusantara yang Menjadi Ajaran Perdamaian Dunia dan Fondasi Pembangunan Semesta
Syekh Abdul Jalil dan Kampung Adat Dukuh: Warisan Abad ke-17 yang Tetap Hidup di Tengah Pegunungan Garut Selatan
Jejak Mistis Leuweung Sancang: Persinggahan Terakhir Prabu Siliwangi dan Pertarungan Keyakinan di Tanah Sunda
Jejak Kerajaan Sunda di Gunung Nagara: Situs Keramat Garut Selatan yang Menyimpan Seribu Kisah Leluhur
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:20 WIB

Tan Jin Sing: Bupati Tionghoa Pertama Yogyakarta yang Terasing di Persimpangan Sejarah

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:48 WIB

Menelusuri Jejak Sejarah Palabuhan Ratu: Warisan Nyai Putri Purnamasari hingga Lahirnya Negeri Pesisir Pajajaran Kidul

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:26 WIB

Ratu Sunyalarang dan Nyi Rambut Kasih: Fragmen Sejarah Budaya Talaga Manggung Majalengka

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:43 WIB

Menguak Jejak Leluhur di Gunung Nagara Padang: Wisata Spiritual yang Menyatu dengan Sejarah Kampung Tutugan

Senin, 8 Desember 2025 - 10:27 WIB

Jejak Legenda Batu Kukumbung di Laut Jayanti: Kopka Irvan Lakukan Monitoring Sambil Mengungkap Nilai Sejarah dan Budaya Lokal

Berita Terbaru

TNI

Pangdam III/Slw Hadiri Pelantikan DPW PPSI Jawa Barat

Sabtu, 17 Jan 2026 - 09:38 WIB