Ketum SAPUHI: Kementerian Haji Diminta Lebih Dekat dengan Vendor,Evaluasi Pelayanan Haji 2026 dan Tantangan Transportasi

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 04:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta — Menjelang penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah Indonesia memastikan hanya dua syarikah asal Arab Saudi yang dipercaya menangani pelayanan bagi 203.000 jamaah haji reguler. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kualitas layanan, efisiensi biaya, serta rekam jejak kinerja penyedia layanan pada musim haji sebelumnya.

Sebelumnya terdapat enam perusahaan yang mengikuti proses seleksi, yakni Mashariq Almasiah, Al Bait Guest, Rawaf Mina, Rafad Al Hajjaj Company, Alrifadah Pilgrim Service Company, serta Rakeen Mashariq Al Mutamayizah. Namun setelah penilaian ketat, pemerintah menetapkan dua syarikah: Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Al Bait Guest sebagai mitra resmi untuk musim haji 2026.

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI), H. Syam Resfiadi, memberikan tanggapan terkait penunjukan dua syarikah tersebut. Menurutnya, secara umum kedua perusahaan memiliki reputasi pelayanan yang baik, ditambah lagi para pemimpinnya dikenal responsif dan kooperatif.

“Secara pribadi saya mengenal kedua pimpinannya. Mereka baik, cepat dan tanggap—baik melalui WhatsApp maupun telepon, selalu cepat merespons,” ujar Syam Resfiadi kepada suararakyat.info, Sabtu (29/11/2025) di Jakarta.

Meski demikian, Syam menyoroti persoalan klasik yang kerap terjadi pada puncak haji, terutama pada fase pergerakan jamaah dari Arafah ke Mina atau dari Makkah menuju Arafah. Pada momentum-momentum krusial tersebut, kemacetan dan kekacauan layanan transportasi sering tak terhindarkan.

Syam menegaskan bahwa permasalahan ini tidak dapat serta-merta dibebankan kepada syarikah pelayanan haji, karena urusan transportasi dikelola oleh syarikah transportasi yang berbeda.


“Perlu diketahui bahwa syarikah transportasi ini tidak terkait dengan syarikah penyedia layanan administrasi. Jadi masalah-masalah kemarin yang selalu terkait transportasi, itu memang menjadi bagian yang terpisah, bahkan ketika jumlah syarikah ada delapan sekalipun,” jelasnya.
“Sehingga tidak bisa 100 persen disalahkan kepada dua syarikah yang kini ditunjuk.”

Menanggapi isu adanya kedekatan beberapa pihak di syarikah dengan pejabat-pejabat lama Kementerian Haji, Syam menilai hal tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dipersoalkan.

“Kalau ada orang-orang yang dekat dengan pejabat lama, itu wajar. Pendekatan atau silaturahmi merupakan bagian dari proses mencari kemudahan dalam bekerja atau berbisnis,” ujarnya.

Menurut Syam, setiap kementerian memiliki gaya dan metode kerja masing-masing. Ia menegaskan tidak perlu ada saling menyalahkan antara pejabat lama dan pejabat baru.

“Kalau kementerian lama punya cara sendiri dan yang baru punya cara sendiri, silakan saja. Tidak perlu ditafsirkan secara negatif.”

Meski meyakini kedua syarikah yang ditunjuk berada dalam kondisi baik dan siap melayani jamaah, Syam memberikan catatan penting kepada Kementerian Haji Republik Indonesia yang baru.

Menurutnya, kementerian perlu memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kedekatan dengan pihak-pihak yang selama ini terlibat langsung dalam operasional ha

READ  GEKIRA Serahkan Bantuan Disabilitas pada Natal Nasional Gerindra di Sorong, Hashim Tekankan Toleransi dan Kebhinekaan

“Yang perlu diantisipasi Kementerian Haji RI yang baru adalah menjaga kedekatan dengan para pihak tersebut,” tegasnya.
“Termasuk dekat dengan vendor, stakeholder, dan pihak terkait lainnya baik di lapangan maupun secara administrasi.”

Syam berharap pendekatan yang lebih intensif itu dapat mengantisipasi berbagai potensi kendala teknis, terutama dalam fase-fase krusial yang selama ini memunculkan masalah di lapangan.

Dengan penunjukan dua syarikah utama dan harapan akan perbaikan dari pemerintah, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih efisien, tertib, dan memberi kenyamanan lebih baik bagi ratusan ribu jamaah Indonesia.

(S Handoko)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Persaudaraan Lintas Agama, WKPUB Gelar Musyawarah Kerja Nasional Bahas Program Kerukunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Dandim 0607 Sukabumi Berikan Santunan Kepada Anak Yatim Piatu Setelah Peresmian Jembatan PRIMA JANTAKE
Semangat Tahun Baru Islam 1448 H, Ratusan Warga Tanjungsari Meriahkan Gebyar Muharam dengan Pawai Obor dan Santunan Anak Yatim
Meriahkan Pesparawi Nasional XIV 2026, Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari dan Prajurit Kodam Kasuari Tebar Semangat Kebersamaan
Muswil I MUI Papua Barat Daya Dipalang Adat, MMP Tuntut Keterlibatan Muslim Asli Papua
Ribuan Warga Sukalarang Sambut 1 Muharram 1448 H dengan Doa dan Cahaya Kebersamaan
Duduk Berdampingan Dengan Abuya Mukhtar Anidzom , Aang Unang Apresiasi Peresmian Gedung Baru MUI
Ketua Fraksi Demokrat Sukabumi Sampaikan Ucapan Selamat Idul Adha 1447 H, Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan
Berita ini 22 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:10 WIB

Perkuat Persaudaraan Lintas Agama, WKPUB Gelar Musyawarah Kerja Nasional Bahas Program Kerukunan dan Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:28 WIB

Dandim 0607 Sukabumi Berikan Santunan Kepada Anak Yatim Piatu Setelah Peresmian Jembatan PRIMA JANTAKE

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:19 WIB

Semangat Tahun Baru Islam 1448 H, Ratusan Warga Tanjungsari Meriahkan Gebyar Muharam dengan Pawai Obor dan Santunan Anak Yatim

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:46 WIB

Meriahkan Pesparawi Nasional XIV 2026, Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari dan Prajurit Kodam Kasuari Tebar Semangat Kebersamaan

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:44 WIB

Muswil I MUI Papua Barat Daya Dipalang Adat, MMP Tuntut Keterlibatan Muslim Asli Papua

Berita Terbaru