SUARARAKYAT.info || Sukabumi – Keberadaan Yayasan Garuda Sakti Indonesia (YGSI) menjadi oase bagi masyarakat kecil yang kerap dihadapkan pada beragam permasalahan sosial, ekonomi, maupun pendidikan. Yayasan yang resmi berdiri sejak tahun 2024 ini dipimpin oleh Pupung Puryanto, sekaligus pendiri, yang memiliki tekad kuat untuk menjadikan YGSI sebagai wadah perjuangan rakyat desa dan penopang kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu.
Pupung menegaskan, YGSI lahir dari keresahan melihat realitas sehari-hari masyarakat desa. Persoalan penahanan ijazah, sulitnya akses ekonomi, hingga terabaikannya aspirasi rakyat kecil menjadi dasar berdirinya yayasan ini. “Kami mendirikan YGSI bukan sekadar organisasi formalitas. Yayasan ini lahir dari jeritan masyarakat kecil yang kerap tak terdengar. Kami ingin menjadi penyambung lidah rakyat desa, yang seringkali tersisih dari kebijakan pembangunan,” ungkap Pupung.
Fokus pada Pendidikan dan Aspirasi Rakyat Desa
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perjalanannya, YGSI telah berupaya menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan pendidikan di desa. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi dialog antara orang tua, sekolah, dan lembaga pendidikan untuk menghentikan praktik penahanan ijazah yang sering menjadi beban keluarga tidak mampu.
Selain itu, yayasan ini juga berfungsi sebagai ruang aspirasi rakyat desa, di mana keluhan masyarakat yang jarang didengar pemerintah, kini bisa disampaikan melalui jaringan relawan dan pengurus YGSI di berbagai daerah. Setiap aspirasi dikumpulkan, dianalisis, dan dicarikan jalan keluar yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Kemandirian Ekonomi dan Gerakan Sosial
Di bidang ekonomi, YGSI mendorong lahirnya usaha-usaha kecil berbasis koperasi dan pemberdayaan masyarakat agar warga desa tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu mandiri dan meningkatkan taraf hidupnya.
YGSI juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Yayasan ini mendidik dan mengurus puluhan anak yatim, memberikan santunan pada momen tertentu seperti bulan Muharram, serta membantu warga tidak mampu dalam berbagai kebutuhan mendesak. Peran ini semakin menegaskan posisi YGSI sebagai yayasan yang tidak hanya bergerak dalam advokasi kebijakan, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat.
Desa Sebagai Pondasi Bangsa
Pupung meyakini bahwa membangun desa berarti membangun pondasi bangsa. “Kami percaya bahwa desa adalah pondasi bangsa. Bila masyarakat desa sejahtera, maka bangsa ini akan kuat. Itulah mengapa YGSI akan selalu berada di garis depan, menyuarakan kepentingan masyarakat kecil tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Alamat dan Kiprah NyatNya
Bertempat di Citepus Pelabuhan Ratu RT.04 RW.02 Citepus Baru, Desa Citepus, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, YGSI menjadi pusat kegiatan sosial dan pendidikan yang terbuka bagi masyarakat. Melalui program santunan anak yatim, pendampingan ekonomi, hingga advokasi pendidikan, yayasan ini menjadikan dirinya sebagai benteng solidaritas bagi rakyat desa.
Harapan ke Depan
Dengan semangat solidaritas, keberanian, dan keadilan, YGSI bertekad terus memperluas jangkauan perjuangan sosialnya. Harapannya, kehadiran yayasan ini tidak hanya memberi dampak di tingkat lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi gerakan masyarakat sipil lainnya untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil dan bermartabat.
(Hs)













