SUARARAKYAT.info || Garut Selatan — Forum Wartawan Garut Selatan (Forwagas) menggelar pertemuan penting yang sarat makna konsolidasi dan arah masa depan organisasi pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Jalan Lintas Selatan, Kampung Ciwaru, Desa Sinarjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, dan dihadiri oleh sejumlah anggota aktif yang tetap berkomitmen menjaga eksistensi organisasi di tengah dinamika internal.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis pasca wafatnya Ketua Umum sebelumnya, almarhum Kang Didit, yang selama ini dikenal sebagai figur sentral dalam membangun solidaritas dan arah gerak Forwagas. Kehilangan ini tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga menjadi titik krusial bagi keberlanjutan organisasi ke depan.
Dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat kolektif, forum menghasilkan sejumlah keputusan penting. Salah satunya adalah penetapan Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum secara aklamasi sebagai bentuk langkah cepat dalam menjaga stabilitas organisasi. Penunjukan ini dinilai sebagai solusi transisional yang tepat guna memastikan roda organisasi tetap berjalan tanpa kekosongan kepemimpinan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PLT Ketua Umum yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Umum menegaskan bahwa Forwagas tengah memasuki fase transisi yang membutuhkan kekompakan dan kesamaan visi dari seluruh anggota. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Ini adalah masa transisi bagi kami. Forwagas tidak boleh goyah. Justru di titik ini kita harus semakin solid, menyatukan persepsi, terutama dalam memahami peran strategis jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi,” ungkapnya dalam forum.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tugas jurnalis tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga mengemban tanggung jawab moral untuk menghadirkan berita yang akurat, berimbang, dan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks tersebut, profesionalisme menjadi prinsip utama yang harus terus dijaga oleh seluruh anggota Forwagas.
Selain isu kepemimpinan, pertemuan juga membahas persiapan Dies Natalis Forwagas sebagai bentuk refleksi perjalanan organisasi sekaligus momentum evaluasi dan penguatan peran ke depan. Agenda ini diharapkan tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang konsolidasi gagasan dan arah gerakan organisasi secara lebih matang.
Tak kalah penting, forum juga menjadi ruang berbagi (sharing) berbagai isu strategis yang berkembang di wilayah Garut Selatan. Para anggota saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial, kebijakan publik, hingga tantangan jurnalisme lokal di tengah arus informasi yang semakin kompleks.
Dalam diskusi tersebut, ditegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dari perjuangan jurnalis. Akses informasi yang transparan dinilai sebagai hak masyarakat yang harus terus dikawal, tentunya dengan tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik dan validitas data.
“Transparansi informasi bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan masyarakat. Di sinilah peran kita sebagai jurnalis—menjadi jembatan informasi yang kredibel, bukan sekadar penyampai berita,” tambahnya.
Melalui pertemuan ini, Forwagas menegaskan komitmennya untuk terus berkembang menjadi organisasi wartawan yang profesional, independen, dan berintegritas. Di tengah tantangan zaman dan dinamika lokal, Forwagas diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif, kritis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas, khususnya di wilayah Garut Selatan.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad memperkuat peran jurnalisme, Forwagas optimis mampu melewati fase transisi ini dan melangkah menuju masa depan organisasi yang lebih solid dan berdaya.
Penulis : Yogi Setiawan
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














