Pesantren Dzikir Al-Fath dan BRIN Kolaborasi Kembangkan Herbal dan Ekonomi Sirkuler

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 01:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info ||SUKABUMI – Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath menggelar workshop dan pameran ekonomi kreatif yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (27/4/2026).

Pimpinan Ponpes Modern Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, menyampaikan bahwa kerja sama dengan BRIN mencakup dua fokus utama, yakni bidang penelitian dan pengembangan produk pesantren.

“Yang pertama, kerja sama di bidang permuseuman, seperti penelitian benda arkeologi dan naskah kuno. Ini sudah berjalan, bahkan sudah enam kali dilakukan penelitian,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, kerja sama kedua diarahkan pada pengembangan produk-produk pesantren, khususnya di bidang obat herbal, pengolahan sampah, serta penataan lingkungan berbasis konsep keberlanjutan.

KH Fajar menjelaskan, pihaknya mengundang para peneliti dari BRIN untuk memberikan seminar, pengetahuan, hingga praktik langsung kepada para santri. Hal ini bertujuan menjadikan pesantren sebagai model miniatur kota yang mandiri.

“Pesantren ini adalah kawasan tersendiri, di mana seluruh elemen seperti kota itu ada. Mulai dari pendidikan PAUD hingga perguruan tinggi, kegiatan ekonomi, hingga kehidupan masyarakat. Maka kami ingin menjadikannya sebagai model kecil dalam menata kota dan bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penerapan konsep ekonomi sirkuler di lingkungan pesantren, yakni sistem yang mengedepankan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan dengan prinsip zero waste atau tanpa limbah.

READ  Kemenpar Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Nilai Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas 

Menurutnya, konsep tersebut mendorong kemandirian pesantren dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa bergantung pada produk luar.

“Kita ingin menciptakan kehidupan yang mandiri. Misalnya, kebutuhan pangan dipenuhi dari hasil sendiri, seperti beternak, bercocok tanam, hingga memanfaatkan lingkungan secara optimal tanpa bergantung pada produk luar,” paparnya.

KH Fajar juga menyoroti potensi pengembangan obat herbal berbasis tujuh tanaman yang telah dipraktikkan secara turun-temurun selama lebih dari 30 tahun di lingkungan pesantren. Namun, hingga kini belum melalui kajian ilmiah secara akademis.

“Secara empiris sudah banyak yang merasakan manfaatnya, tetapi belum ada penelitian resmi. Karena itu, kita butuh dukungan BRIN agar ada kajian ilmiah dan legitimasi, sehingga bisa diproduksi lebih luas dan memenuhi standar seperti BPOM,” ungkapnya.

Ia berharap melalui kolaborasi ini, berbagai inovasi yang telah dikembangkan di pesantren dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis riset.

“Dengan dukungan para peneliti, kita ingin pesantren ini menjadi model yang mandiri, efisien, dan mampu membantu kehidupan tanpa ketergantungan pada produk asing, tetapi mengandalkan kerja keras dan pemikiran yang cerdas,” pungkasnya.

Penulis : Prim RK

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heritage Medical Bekasi, Miliki Dokter Spesialis Untuk Tangani Penyakit Kulit Jerawat, Kutil Dan Campak
Halal Bihalal PAPPRI Jakarta Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Solidaritas Insan Musik
Kandang SBF Bojong Koneng Siap kan Pemilihan Hewan Qurban Sehat Hadapi Idul Adha  
Forwagas Perkuat Konsolidasi Internal: Bahas Kepemimpinan Transisi hingga Agenda Strategis Organisasi
Peringatan Hari Kartini 2026, Aktivis Pemuda Putri Nabila Damayanti, SH Ucapkan Selamat dan Sampaikan Harapan
PDAM TJM Gencarkan Inovasi dan Edukasi Air Bersih, Dorong Pola Hidup Sehat Masyarakat Sukabumi
Hangatnya Silaturahmi di Kaki Gunung Putri, Warga Garut Perkuat Persatuan dalam Kebersamaan
Pandawa 16 Gelar Halal Bihalal dan Anniversary ke-17, Perkuat Soliditas dan Kepedulian Sosial
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 01:03 WIB

Pesantren Dzikir Al-Fath dan BRIN Kolaborasi Kembangkan Herbal dan Ekonomi Sirkuler

Minggu, 26 April 2026 - 13:51 WIB

Heritage Medical Bekasi, Miliki Dokter Spesialis Untuk Tangani Penyakit Kulit Jerawat, Kutil Dan Campak

Sabtu, 25 April 2026 - 12:16 WIB

Halal Bihalal PAPPRI Jakarta Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Solidaritas Insan Musik

Jumat, 24 April 2026 - 02:04 WIB

Kandang SBF Bojong Koneng Siap kan Pemilihan Hewan Qurban Sehat Hadapi Idul Adha  

Jumat, 24 April 2026 - 01:50 WIB

Forwagas Perkuat Konsolidasi Internal: Bahas Kepemimpinan Transisi hingga Agenda Strategis Organisasi

Berita Terbaru