SUARARAKYAT.info|| Ambon- Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Wilayah Maluku angkat bicara terkait isu yang menyeret nama Ketua DPRD Kota Ambon. Organisasi ini menilai tudingan yang dialamatkan kepada pimpinan dewan tersebut tidak memiliki dasar kuat dan justru berpotensi merusak nama baik yang selama ini dijaga.
Ketua Umum FABEM Maluku, Brian Lewerissa, menegaskan bahwa pihaknya melihat tuduhan itu lebih sarat kepentingan dibanding fakta. “Tudingan ini bisa merusak reputasi pimpinan dewan. Apalagi beliau dikenal sangat terbuka terhadap mahasiswa maupun masyarakat dalam berbagai kesempatan dialog,” kata Brian, Jumat (12/9/2025).
Menurutnya, publik sebaiknya tidak menelan mentah-mentah isu yang berkembang. Brian mempertanyakan motif di balik kritik yang diarahkan. “Oknum yang mengkritik beliau sebenarnya ada kepentingan apa? Itu yang patut dipertanyakan kepada mereka,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Brian menyinggung bahwa isu tersebut sebenarnya telah diklarifikasi langsung oleh Ketua DPRD yang bersangkutan. Namun, masih saja ada pihak yang mencoba memelintir dan memperpanjang polemik. “Berita ini sudah diklarifikasi, tetapi kok masih saja digoreng. Kami dari FABEM sangat menyayangkan tindakan tersebut,” ujarnya.
FABEM Maluku juga mengimbau masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang belum jelas kebenarannya. “Kami berharap publik lebih jeli menanggapi isu-isu yang tidak berdasar ini,” sambung Brian.
Sebagai bentuk sikap organisasi, FABEM Maluku menyatakan dukungan penuh terhadap Ketua DPRD Kota Ambon. Mereka menilai peran Ketua DPRD penting sebagai representasi masyarakat dan berharap tetap berada di garda terdepan memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kami akan selalu mendukung beliau, selama langkah-langkahnya sejalan dengan kepentingan masyarakat. Jangan sampai isu yang tidak berdasar mengaburkan komitmen beliau dalam mengabdi kepada rakyat,” pungkas Brian.
(Hs)














