Tragedi Tambrauw, Nakes Papua Barat Daya Desak Jaminan Keamanan dan Usut Tuntas Pelaku

- Penulis

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Sorong Papua Barat Daya – Tragedi pembunuhan di Kabupaten Tambrauw tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga memicu kekhawatiran nakes terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan di Papua Barat Daya, Rabu (18/3/2026).

Peristiwa yang terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, pada Senin (16/3/2026) tersebut memicu reaksi tegas dari berbagai organisasi profesi kesehatan di wilayah Papua Barat Daya.

Mereka menilai kejadian ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga ancaman serius terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil dan rawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah organisasi profesi yang tergabung, di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), bersama elemen tenaga kesehatan lainnya, menyampaikan sikap resmi dalam sebuah aksi yang digelar di halaman RSUD Sele Be Solu

Pernyataan tersebut dibacakan oleh Ketua IDI Kota Sorong, dr. Felix Duwit, dan ditujukan kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga tokoh-tokoh masyarakat di Papua Barat Daya.

Dalam sikapnya, organisasi profesi menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh, bukan justru menjadi korban kekerasan.

Mereka secara tegas mengutuk tindakan brutal yang terjadi serta mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

READ  Prajurit Armada III Torehkan Prestasi pada OWF Piala Gubernur Jawa Timur 2025

Selain itu, mereka menekankan pentingnya jaminan keamanan yang nyata dari pemerintah dan aparat TNI-Polri, terutama bagi tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah dengan tingkat risiko tinggi, Tanpa kepastian keamanan, pelayanan kesehatan di daerah tersebut dikhawatirkan akan terganggu bahkan terhenti.

Organisasi profesi juga menyampaikan rencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penempatan tenaga kesehatan di wilayah rawan konflik, termasuk kemungkinan relokasi apabila situasi tidak kondusif. Langkah ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk melindungi keselamatan para tenaga medis.

Lebih jauh, mereka mengingatkan bahwa dampak dari insiden ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga korban atau tenaga kesehatan, tetapi juga oleh masyarakat luas yang bergantung pada layanan kesehatan. Jika rasa aman tidak segera dipulihkan, akses pelayanan kesehatan di Papua Barat Daya berpotensi mengalami penurunan signifikan.

Aksi penyampaian pernyataan sikap tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, yang menerima langsung aspirasi para tenaga kesehatan. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret guna memastikan keamanan dan keberlangsungan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah, khususnya di daerah terpencil.

Melalui pernyataan ini, komunitas tenaga kesehatan Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk tetap melayani masyarakat, sembari berharap adanya perlindungan nyata agar tugas kemanusiaan dapat dijalankan tanpa ancaman.

Penulis : Leonardo

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Suara Rakyat Info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsolidasi Besar Laskar Merah Putih Jakarta Timur, Pengurus Baru Didorong Perkuat Legalitas dan Soliditas Organisasi
Peringati HUT ke-15, GRIB Jaya Meranti Gelar Reboisasi Mangrove dan Bansos untuk Warga Pesisir
Audiensi dengan Diskominfo, PJI Kaltim Dorong Peningkatan SDM dan UKW Jurnalis
Kader PMII Maluku Sampaikan Aspirasi di Harlah ke-66, Desak Kejelasan SK Kepengurusan
Asep Pahrudin Nahkodai DPW Badak Banten, Konsolidasi Kilat Jadi Prioritas Awal
AL Washliyah Memanas , Warga dan Kader Ingin Perubahan
Semangat Fitrah Halal Bihal dan Rakorsus : DPD MIO Sukabumi Raya Perkuat Transformasi Media Digital 2026
GMNI Lebak Meminta Kepolisian Segera Amankan Pelaku Penjambretan Lansia Di Cihara.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:30 WIB

Konsolidasi Besar Laskar Merah Putih Jakarta Timur, Pengurus Baru Didorong Perkuat Legalitas dan Soliditas Organisasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:54 WIB

Peringati HUT ke-15, GRIB Jaya Meranti Gelar Reboisasi Mangrove dan Bansos untuk Warga Pesisir

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:12 WIB

Audiensi dengan Diskominfo, PJI Kaltim Dorong Peningkatan SDM dan UKW Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 10:54 WIB

Kader PMII Maluku Sampaikan Aspirasi di Harlah ke-66, Desak Kejelasan SK Kepengurusan

Sabtu, 25 April 2026 - 12:10 WIB

Asep Pahrudin Nahkodai DPW Badak Banten, Konsolidasi Kilat Jadi Prioritas Awal

Berita Terbaru