Tritura Rakyat Menggema di PBD: DPRD Kota Sorong Janji Bentuk Pansus

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Suararakyat.Info Kota Sorong PBD (2/9/25) — Suara rakyat Papua Barat Daya kembali bergema lantang di depan Gedung DPRD Kota Sorong, Ratusan massa aksi yang tergabung dalam aliansi Cipayung dan OKP-OKRI menggelar aksi damai menyuarakan Tritura Rakyat—Tiga Tuntutan Rakyat yang menjadi manifestasi kekecewaan terhadap situasi sosial-politik dan pelanggaran HAM yang terus terjadi di tanah Papua, khususnya di Kota Sorong.

Aksi yang berlangsung di Jalan Sungai Maruni, Distrik Sorong Timur ini direspons langsung oleh seluruh anggota DPRD Kota Sorong, dan diterima secara terbuka oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Sorong, Michael Ricky Taneri, yang hadir mewakili unsur pimpinan lembaga legislatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tadi kami sudah menerima aspirasi mereka dengan baik dan tertib. Aspirasi ini langsung kami rapatkan. Dalam satu atau dua hari ke depan, surat akan masuk ke masing-masing fraksi untuk pembentukan Panitia Khusus (Pansus). Kita targetkan maksimal 15 orang anggota,” ujar Ricky Taneri di hadapan massa aksi.

Lebih lanjut, Taneri menegaskan bahwa DPRD akan mengundang para perwakilan massa aksi dalam setiap tahapan pembahasan, agar keterlibatan publik menjadi bagian penting dari proses penyelesaian masalah yang diangkat.

Aksi ini membawa semangat sejarah dari Tritura 1966 dan reformasi 1998, menjadikannya simbol perlawanan terhadap ketidakadilan struktural yang terus membelenggu masyarakat adat dan warga sipil Papua. Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menuntut tiga hal mendasar:

1. Hentikan Kekerasan Negara – Bentuk Pansus DPR Usut Penembakan,
Penembakan terhadap warga sipil di Sorong menjadi titik nyala protes. Para demonstran menegaskan bahwa tindakan aparat adalah bentuk pelanggaran HAM serius yang harus segera diusut. Mereka menuntut DPRD membentuk Pansus independen, kredibel, dan transparan untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Jika tidak diindahkan, rakyat akan menyampaikan mosi tidak percaya dan menyegel kantor DPR,” tegas koordinator lapangan, Uno Saharudin.

READ  Progres TMMD Ke-127 Kaimana Tembus 60 Persen, Pemasangan Keramik Dikebut

2. Tegakkan Akuntabilitas – Copot Aparat dan Pejabat yang Gagal Lindungi Rakyat,
Massa aksi menyatakan bahwa struktur pemerintahan dan aparat keamanan telah gagal menjalankan fungsi perlindungan. Mereka menuntut pencopotan pejabat seperti Gubernur Papua Barat Daya, Wali Kota Sorong, Kapolresta Sorong, hingga Kapolda Papua Barat Daya, yang dianggap tidak mampu menjamin keselamatan warga.

Mengutip filsuf sosial Jean-Jacques Rousseau, aksi ini menyuarakan bahwa legitimasi kekuasaan batal secara moral dan politik ketika negara gagal melindungi warganya.

3. Kembalikan Martabat Adat – Sahkan RUU Masyarakat Adat dan Reformasi DPR,
Tuntutan ketiga menyoroti pentingnya pengesahan RUU Masyarakat Adat. Identitas masyarakat adat Papua dianggap sebagai fondasi kultural yang kini terus dimaksimalkan karena lemahnya perlindungan hukum.

Massa aksi juga mendesak DPRD kota Sorong menjalankan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik, serta menghapus praktik birokrasi legislatif yang membatasi partisipasi masyarakat adat.

Menanggapi desakan tersebut, DPRD Kota Sorong berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh poin aspirasi, khususnya pembentukan Pansus. Namun, massa aksi memberi tenggat waktu dan memperingatkan bahwa jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, aksi lanjutan akan dilakukan secara lebih masif dan terstruktur.

“Tritura Rakyat Papua Barat Daya ini bukan sekadar tuntutan, tetapi deklarasi moral dan konstitusional. Jika diabaikan, kami akan tempuh langkah sah secara konstitusional untuk memastikan keadilan benar-benar ditegakkan,” tutup Gian Anugrah, salah satu juru bicara aksi.

Tritura Rakyat di Kota Sorong adalah gambaran nyata bahwa semangat perlawanan rakyat Papua tidak pernah padam. Di tengah tekanan, mereka tetap bersuara, menuntut hak hidup, keadilan, dan pengakuan martabat adat yang selama ini diabaikan.

Kini, semua mata tertuju pada DPRD Kota Sorong—apakah mereka benar-benar akan menepati janjinya atau justru mengabaikan suara rakyat yang telah bersuara dengan damai dan penuh semangat konstitusional.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Jelang Libur Panjang, HKA Rampungkan Pemeliharaan Aspal Tol Kayu Agung – Palembang Untuk Jaga Kenyamanan Pengguna Jalan
Warga Subangjaya Keluhkan Jalan Rusak, PJU hingga Dana RT/RW dalam Reses Suhud Jaya Kusuma
KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”
Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Warnai Penanganan Kredit BRI di Meranti, Desakan Audit Internal Menguat
Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat
Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.
PANEN RAYA JAGUNG PIPIL DESA SENGGORO, POLRI HADIR SEBAGAI PEMRAKARSA KEMANDIRINAN EKONOMI LOKAL*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:27 WIB

Jelang Libur Panjang, HKA Rampungkan Pemeliharaan Aspal Tol Kayu Agung – Palembang Untuk Jaga Kenyamanan Pengguna Jalan

Senin, 25 Mei 2026 - 05:31 WIB

Warga Subangjaya Keluhkan Jalan Rusak, PJU hingga Dana RT/RW dalam Reses Suhud Jaya Kusuma

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:57 WIB

KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:58 WIB

Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Warnai Penanganan Kredit BRI di Meranti, Desakan Audit Internal Menguat

Berita Terbaru