Belum Ada Persepsi Yang sama Antara Dunia Usaha/IndustriTerkait Dengan Riset

- Penulis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta-Untuk melompat menjadi negara maju diperlukan penguasaan sain dan teknologi secara drastis agar bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah.Tentu disatu sisi kampus harus berperan aktif sebagai pusat riset dan pengembangan kerja sama dengan industri secara kolaboratif.

Menurut Prof Sumaryoto sebetulnya secara teori memang sudah dengan hasil riset untuk pengembangan bisnis, meningkatkan kegiatan bisnis lalu mengantisipasi kedepan, itu secara teori mudah.

Persoalannya adalah yang pertama link and match antara dunia pendidikan dan sains sampai detik ini belum berjalan optimal apapun yang dikerjakan oleh perguruan tinggi sering diabaikan oleh dunia usaha, apalagi dunia usaha berorientasi pada profit sementara hasil riset itu biasanya tidak harus serta merta terjadi, ada perubahan-perubahan sesuai hasil riset,”ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra Kepada suararakyat.info, di Jakarta, Minggu (24/08/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu yang kedua tambah Prof Sumaryoto dunia perguruan tinggi menyadari betul riset itu memang mahal tapi tidak secara instan atau langsung bisa dirasakan hal ini yang oleh dunia usaha kurang menarik karena dampaknya tidak langsung memberikan profit alhasil dunia industri tidak langsung merespon dunia perguruan tinggi dalam hasil riset.

“Dengan demikian apapun hasil riset belum tentu menjamin bisa berhasil untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Selama ini sikap perusahaan kurang merespon dengan alasan-alasan terkait dengan pendanaan menjadikan hasil riset tidak bisa dimanfaatkan secara optimal”imbuhnya.

READ  Catatan Redaksi: Pemerintah Tidak Perlu Risih,Wartawan Bukan Musuh, Kebenaran Harus Menjadi Panglima

Disinggung mengenai kolaborasi antara dunia usaha dengan pendidikan tinggi dikatakan Prof Sumaryoto untuk dunia pendidikan sebetulnya lebih pro aktif dengan melakukan suatu riset, survei dan melakukan perubahan-perubahan terhadap suatu kurikulum karena kurikulum ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dengan dunia usaha/industri tapi begitu kita operasionalkan dalam bentuk riset tidak direspons secara positif oleh dunia usaha, itu masalahnya.

“Tidak direspons karena perbedaan persepsi, dunia usaha melihat hasil riset sementara dunia usaha ada tuntutan dengan mengeluarkan dana besar mengharapkan hasil yang diinginkan, padahal dunia pendidikan tidak seperti itu sementara dunia usaha tuntutannya satu profit oriented,”urainya.

Lebih lanjut Prof Sumaryoto menyebut memang disatu sisi dunia usaha memberikan kesempatan untuk magang dalam rangka merdeka belajar, namun demikian bicara riset belum ada satu persepsi yang sama karena tuntutan dunia usaha dalam jangka waktu yang tidak lama harus ada suatu hasil profit yang menguntungkan buat perusahaan.

“Kuncinya tidak ada persepsi yang sama antara dunia usaha/industri terkait penelitian/riset, kalaupun ada, tidak optimal. Hal demikian dikarenakan dunia usaha selalu disibukkan / berfokus pada masalah profit, yang sudah menjadi mindset para pengelola perusahaan. “tandasnya.

 

(han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia
Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia
Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset
Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana
Korupsi Tidak Pernah Berhenti, Indonesia Darurat Korupsi
Menutup Pintu Impunitas, Membuka Jalan Keadilan bagi Pers
Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI harus Waspada Reaksi Alam Sampai Bencana Hujan Mikroplastik Indonesia
Yakub F Ismail: Membaca Mens Rea: Komedi dan Kritik Sosial
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 14:54 WIB

Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:33 WIB

Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:14 WIB

Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:58 WIB

Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:46 WIB

Korupsi Tidak Pernah Berhenti, Indonesia Darurat Korupsi

Berita Terbaru

Berita Daerah

Kodim 1802/Sorong Percepat Progres Jembatan Perintis Garuda Tahap IV

Minggu, 19 Apr 2026 - 02:13 WIB