Empat Ratus Rakit PETI Masih Beroperasi di Kuansing: Warga Sebut Nama-Nama Diduga Pengurus, APH Diminta Bertindak Tegas

- Penulis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Kuantan Singingi — Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) kembali menjadi sorotan warga di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Berdasarkan laporan seorang warga yang dipercaya, pada Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 15.15 WIB, diketahui sedikitnya masih ada sekitar 20 unit rakit PETI yang beroperasi setiap malam di wilayah Desa Kasang Limau Sundai.

Warga berinisial DP mengungkapkan, aktivitas ilegal tersebut tidak hanya berlangsung secara terbuka, tetapi juga diduga memiliki pengurus yang mengatur jalannya operasi. Dua nama yang disebut adalah Andos, warga Desa Lombok, dan Bujang, warga Desa Teratak Jering. Keduanya diduga menjadi pengurus utama di wilayah Desa Kasang Limau Sundai.

Tidak hanya itu, DP juga menyebut satu nama lain, yakni Mamud, yang diduga berperan sebagai pengurus aktivitas PETI di wilayah Desa Rawang Oguong, masih dalam lingkup Kecamatan Kuantan Hilir Seberang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut DP, nama-nama tersebut bukanlah hal baru bagi masyarakat setempat. Bahkan, keberadaan mereka sebagai pihak yang diduga mengatur jalannya PETI di kawasan tersebut sudah kerap disorot di media sosial. Lebih jauh, DP menuding para pengurus ini kerap memfasilitasi aktivitas tambang ilegal tersebut melalui hubungan tertentu dengan oknum dari kalangan wartawan hingga aparat penegak hukum (APH).

READ  BREAKING NEWS: Polda Kalbar Ringkus MRN, Operator Jaringan Mafia Emas Ilegal di Pontianak

“Tidak rahasia lagi, semua orang tahu mereka yang mengurus ini. Sudah sering muncul di media sosial, tapi aktivitas tetap jalan. Mereka memfasilitasi hubungan antara pelaku tambang dengan pihak tertentu, termasuk rekan wartawan maupun APH,” tegas DP.

Sebagai catatan, sebelumnya pernah diberitakan bahwa di dua kecamatan wilayah sektor Kuantan Hilir yakni Kecamatan Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir Seberang terdapat puluhan unit rakit PETI yang beroperasi. Meski sudah menjadi isu publik, jumlah ini dinilai belum menunjukkan penurunan signifikan karena minimnya tindakan tegas.

Masyarakat pun mendesak agar aparat penegak hukum tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi juga pihak-pihak yang diduga menjadi aktor intelektual dan pengendali di balik layar. Jika dibiarkan, aktivitas PETI ini dikhawatirkan akan semakin merusak lingkungan, mencemari sungai, dan mengancam keberlanjutan ekosistem perairan Kuansing.

 

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadiri Puncak Syukuran HUT ke-46 Dekranas, Ketua Dekranasda Inhil Promosikan Produk UMKM Unggulan di Makassar
Diduga Bendung Sungai Pinang, PT Pulau Sambu Disorot: Ribuan Hektare Kebun Kelapa Warga Terendam, Yayasan SALAMBA Minta Aparat Bertindak
Ketua DPD GRANAT Riau Desak Kapolda Naikkan Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Polisi ke Tahap Penyidikan
Tingkatkan Keimanan Dan Ketakwaan, Koarmada III Ikuti Kauseri Agama Terpusat Koarmada RI Oleh Kodaeral VII Melalui Virtual
Pemkab Meranti Terus Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK atas Temuan pada Dinas PUPR
Danposal Bengkalis Apresiasi Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II, Dorong Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat
Bupati Inhil Resmi Buka Rakor Lintas Program dan Lintas Sektor Implementasi Integrasi Layanan Primer
LAMR Kabupateen Bengkalis Apresiasi Polda Riau atas Pembangunan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:05 WIB

Hadiri Puncak Syukuran HUT ke-46 Dekranas, Ketua Dekranasda Inhil Promosikan Produk UMKM Unggulan di Makassar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:47 WIB

Diduga Bendung Sungai Pinang, PT Pulau Sambu Disorot: Ribuan Hektare Kebun Kelapa Warga Terendam, Yayasan SALAMBA Minta Aparat Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:04 WIB

Ketua DPD GRANAT Riau Desak Kapolda Naikkan Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Polisi ke Tahap Penyidikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 03:33 WIB

Tingkatkan Keimanan Dan Ketakwaan, Koarmada III Ikuti Kauseri Agama Terpusat Koarmada RI Oleh Kodaeral VII Melalui Virtual

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:31 WIB

Pemkab Meranti Terus Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK atas Temuan pada Dinas PUPR

Berita Terbaru