Mahasiswa UNAS dan Komunitas Hijau Galang Aksi Pelestarian Tanaman Endemik dan Langka di Gambung

- Penulis

Senin, 7 Juli 2025 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Bandung-Dalam sebuah upaya nyata melestarikan kekayaan hayati Indonesia sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pelestarian lingkungan, puluhan mahasiswa dari Universitas Nasional (UNAS) Jakarta bersama masyarakat lokal dan komunitas hijau menggelar aksi pengembangan tanaman endemik dan langka di kawasan Malaberes, Gambung, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kolaboratif yang tak hanya mengedepankan aksi tanam, tetapi juga menumbuhkan semangat edukasi dan kesadaran ekologis secara kolektif.

Bertempat di lahan seluas kurang lebih 3 hektare yang telah mulai digarap sejak tiga bulan lalu, para mahasiswa bersama warga secara gotong royong menanam dan memantau berbagai jenis tanaman yang mulai sulit ditemukan di alam liar. Di antaranya adalah berbagai varietas buah-buahan lokal, rempah-rempah tradisional, dan tanaman langka lain yang menjadi bagian dari warisan hayati Nusantara.

Tidak berhenti pada kegiatan fisik, acara ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang membahas pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Dalam diskusi yang berlangsung hangat di bawah rindangnya pepohonan, para peserta diajak untuk mengenali manfaat ekologis dari setiap jenis tanaman, termasuk jenis-jenis bambu lokal yang memiliki potensi besar sebagai solusi material berkelanjutan dan ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bambu adalah salah satu tanaman yang mulai kembali kami perkenalkan dan kembangkan. Selain cepat tumbuh, bambu juga memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi,” ujar salah satu pegiat komunitas hijau yang menjadi mitra kegiatan.(7/7/2025)

READ  Edukasi Bahaya Narkoba Sejak Dini, LAN Siak Gelar Penyuluhan di SMPN 6 Tualang

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 201 jenis tanaman yang telah ditanam di kawasan tersebut. Yang membanggakan, seluruh kegiatan ini berjalan secara swadaya. Tanpa dukungan dana besar atau sponsor resmi, seluruh kebutuhan kegiatan dipenuhi dari hasil patungan dan semangat gotong royong para peserta serta masyarakat setempat. Hal ini menjadi bukti bahwa inisiatif pelestarian lingkungan tak harus menunggu program besar, tetapi bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama.

Salah satu koordinator dari pihak mahasiswa UNAS menekankan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata-mata menanam pohon, tetapi menciptakan ruang belajar alami yang bisa mempererat hubungan manusia dengan alam. “Kami ingin kegiatan ini menjadi tempat di mana kita semua, khususnya generasi muda, bisa belajar mencintai alam, memahami peran kita sebagai penjaga bumi, dan menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Diharapkan, kegiatan ini bisa terus berlanjut sebagai program berkesinambungan dan bahkan direplikasi di wilayah lain yang juga memiliki potensi keanekaragaman hayati. Ke depan, kolaborasi antara kampus, komunitas lokal, dan kelompok lingkungan diharapkan dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan krisis iklim dan kerusakan alam.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Malaberes di Gambung tak hanya menjadi titik pelestarian tanaman langka, tetapi juga simbol harapan akan masa depan yang lebih hijau dan lestari.

 

Sumber: Baladpandawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Desakan Transparansi Menguat, BAZNAS Sukabumi Tegaskan RSB Bebeza Tetap Berjalan
Dugaan Kebohongan Publik Seret Anggota DPRD Kota Sukabumi, BK DPRD Mulai Bongkar Laporan Forwacib
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Senin, 11 Mei 2026 - 01:20 WIB

DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:16 WIB

Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku

Berita Terbaru