Suararakyat.info.Cianjur– Sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali membuktikan peran strategisnya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan publik, kali ini dalam perhelatan kegiatan sosialisasi International Organization for Migration (IOM) yang dilaksanakan di kawasan pantai Pelabuhan Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.minggu (22/6/2025)
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya memperkenalkan IOM kepada masyarakat pesisir, khususnya para nelayan dan komunitas maritim di wilayah Cidaun. Di tengah tantangan kompleksitas isu migrasi, sinergitas TNI dan POLRI tampil sebagai garda terdepan dalam mengamankan jalannya kegiatan dengan keterlibatan penuh dari unsur POLAIRUD, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, dan TNI Angkatan Udara. Tidak hanya itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turut mengambil peran aktif dalam pengamanan serta pengawalan jalannya acara hingga selesai.
Kolaborasi multipihak ini menjadi cerminan nyata bahwa penyelenggaraan kegiatan berskala kecamatan dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif ketika seluruh elemen negara bekerja secara terpadu dan profesional. Kehadiran aparat gabungan di lokasi tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap keberlangsungan acara yang menyasar edukasi penting mengenai migrasi yang aman dan manusiawi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai informasi, International Organization for Migration (IOM) merupakan organisasi antar-pemerintah yang berdiri sejak tahun 1951 dan memiliki mandat global untuk mendorong praktik migrasi yang tertib, teratur, dan berbasis nilai-nilai kemanusiaan. IOM bekerja dalam empat pilar utama, yaitu pengelolaan dan pembangunan migrasi, fasilitasi migrasi, pengaturan migrasi, serta penanganan migrasi paksa. Selain itu, IOM juga menaruh perhatian besar terhadap isu-isu lintas sektoral seperti perlindungan hukum migran, kesehatan migran, dan dimensi gender dalam konteks mobilitas manusia.
Dalam kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini, masyarakat Cidaun mendapatkan informasi mendalam mengenai pentingnya pemahaman migrasi yang legal dan aman. Tujuannya adalah agar warga pesisir tidak terjerumus dalam praktik migrasi ilegal yang berisiko tinggi, baik terhadap keselamatan jiwa maupun hak-hak dasar sebagai manusia.
Hadir dalam kegiatan ini jajaran penting dari unsur pemerintahan tingkat kecamatan, termasuk Camat Cidaun yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat) H. Deden Mulyadi, S.IP., S.H., serta perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Aan Gunawan, S.Pi., M.Si., anggota satuan pelayanan Pelabuhan Perikanan Jayanti UPTD Cialut Eureun. Tidak hanya itu, Duta IOM, Kepala Desa Cidamar, Kepala Desa Kertajadi, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur dari komunitas lokal juga turut menghadiri dan menyemarakkan kegiatan.
Acara ini tidak hanya berfokus pada sisi edukatif dan sosialisatif, tetapi juga dikemas dengan ragam kegiatan yang membangkitkan partisipasi publik secara aktif. Di antaranya adalah kreasi musik lokal sebagai representasi budaya setempat, jalan santai yang menyehatkan sekaligus mempererat kebersamaan, senam bersama, operasi bersih (Opsih) lingkungan pantai, hingga pojok Sicepot yang menyajikan edukasi migrasi dalam bentuk yang lebih santai dan menarik.

Puncak acara ditandai dengan sesi tausiah dan doa bersama, sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan bagi para migran serta seluruh masyarakat. Di akhir kegiatan, secara simbolis juga diserahkan santunan dan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk nyata dari semangat solidaritas dan kepedulian.
Dengan berakhirnya kegiatan dalam suasana yang tertib, aman, dan penuh kehangatan, maka acara ini berhasil menorehkan pesan kuat: bahwa kesuksesan kegiatan ini tidak hanya terletak pada isi program, tetapi juga dalam keterlibatan dan dukungan penuh semua pihak terutama aparat keamanan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi.
Melalui sinergi lintas institusi dan partisipasi aktif masyarakat, harapan untuk menciptakan wilayah pesisir yang sadar hukum dan memiliki pemahaman kuat tentang migrasi yang aman dan manusiawi, kini semakin nyata. Dan di balik semua keberhasilan ini, TNI dan POLRI kembali membuktikan diri sebagai pengawal utama stabilitas dan kemanusiaan di negeri ini.
(Cep Toto)














