Suararakyat.info.Pekanbaru – Dugaan praktik perjudian berkedok Gelanggang Permainan (Gelper) kembali mencuat di Kota Pekanbaru. Sejumlah lokasi yang sempat ditutup usai insiden berdarah pada November 2024, kini disebut-sebut telah kembali beroperasi sejak April lalu.
Penelusuran media ini menemukan bahwa dua lokasi Gelper di Jalan Riau dan satu lokasi di Jalan Kuantan sudah kembali aktif. Sebelumnya, semua Gelper di Pekanbaru ditutup menyusul kerusuhan yang terjadi di sebuah tempat cuci mobil di Jalan Tuanku Tambusai, yang diduga menjadi kedok praktik perjudian.
Dalam insiden tersebut, puluhan warga menggeruduk lokasi dan berujung ricuh. Beberapa orang mengalami luka-luka, kendaraan dirusak, dan sejumlah pelaku diamankan oleh pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, pasca peristiwa itu, efek jera tampaknya tidak berlaku lama. Seorang warga Jalan Riau yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dua titik Gelper di kawasan tersebut kembali buka sejak awal April.
“November lalu memang tutup semua karena kejadian di Tambusai. Tapi sekarang yang di Jalan Riau sudah mulai buka lagi sejak awal April,” ujarnya.
Pernyataan serupa disampaikan warga Jalan Kuantan. Ia mengaku, Gelper di wilayahnya telah kembali beroperasi sejak pertengahan April, setelah sempat tutup selama empat bulan.
“Mereka buka lagi sekitar pertengahan April. Padahal waktu itu tutup karena takut kejadian seperti di Tambusai,” katanya.
Kembalinya aktivitas Gelper ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Banyak yang meyakini bahwa tempat-tempat ini tidak murni sebagai hiburan keluarga, melainkan beroperasi sebagai sarana perjudian terselubung.
“Kami tidak ingin Pekanbaru dicap sebagai kota judi. Tempat-tempat seperti ini bisa menghancurkan anak-anak kami. Kami minta Kapolda Riau bertindak tegas, jangan beri ruang bagi aktivitas ilegal seperti ini,” tegas warga Kuantan tersebut.
Ia juga meminta aparat hukum untuk segera bertindak sebelum dampaknya semakin meluas.
“Tolong Pak Kapolda, sikat habis tempat-tempat Gelper ini. Jangan sampai anak-anak dan keluarga kami rusak karena aktivitas seperti ini,” tutupnya.














