TNI AD dan Kementerian Pertanian Bersinergi Wujudkan Swasembada Pangan 2025

- Penulis

Kamis, 27 Maret 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta – Dalam upaya mempercepat swasembada pangan nasional, TNI Angkatan Darat (TNI AD) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar rapat koordinasi di Kantor Kementan RI, Jl. Ragunan, Jakarta Selatan. Rapat ini merupakan langkah strategis dalam merealisasikan program prioritas ASTA CITA yang diusung oleh Presiden H. Prabowo Subianto.(27/3/2025)

Dalam pertemuan ini, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang diwakili oleh Letjen TNI Tandyo Budi Revita, menegaskan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan berbagai instansi untuk memastikan percepatan program pembangunan pertanian di tahun anggaran 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat koordinasi ini menjadi kelanjutan dari diskusi antara TNI AD, Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GAKORPAN dan LBH PERS Presisi Jurnalis Pos Com. Fokus utama pembahasan adalah optimalisasi sistem irigasi guna meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Wakasad menegaskan bahwa percepatan swasembada pangan harus dimulai dengan pengelolaan sumber daya alam, khususnya air. “Hal utama yang menjadi perhatian adalah air. Dengan koordinasi Prioritas Program ASTA CITA Bapak Presiden H. Prabowo Subianto, kami menyelaraskan pelaksanaan di lapangan agar produksi pangan di awal tahun 2025 dapat mencapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam pemaparannya menyampaikan bahwa koordinasi ketahanan pangan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan optimalisasi lahan tidur, infrastruktur, serta ketersediaan sarana produksi, termasuk pupuk.

“Alhamdulillah, setelah Lebaran ini, progres dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk kementerian dan TNI, sangat luar biasa. Jika strategi dan pengawasan ini berjalan sesuai rencana, kita optimis swasembada pangan dapat tercapai lebih cepat, bahkan tiga bulan lebih awal dari target. Semua ini sesuai dengan arahan Presiden H. Prabowo Subianto,” ujar Dr. Bernard BBBI Siagian, SH, MAkp, pemerhati kebijakan publik dari DPP GAKORPAN LBH PERS Presisi.

READ  IMO-Indonesia Apresiasi Ketum APKASI Terpilih Bursah Zarnubi

Bunda Tiur Simamora (76), tokoh srikandi dari Rumah Besar Barisan Relawan Prabowo-Gibran, turut menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam program ketahanan pangan nasional. Bertempat di Kantor Rumah Besar Relawan di Jl. Nelly Anggrek Murni No. 81, Jakarta Barat, ia menekankan bahwa pemberdayaan pertanian rakyat harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu.

“Kami mendukung sinergitas ASTA CITA yang membawa dampak positif bagi swasembada pangan. Dengan memanfaatkan integritas, loyalitas, dan pengabdian masyarakat, serta kearifan lokal, pertanian rakyat dapat tumbuh lebih mandiri. Relawan juga harus diberdayakan bersama TNI-POLRI untuk memotivasi mereka dalam mengambil langkah konkret yang berkelanjutan,” paparnya.

Senada dengan itu, aktivis pemberdayaan sengketa tanah dari LBH PERS GSN RPG.08, Riries F. Trey dan Rusman Pinem, S.Sos, juga menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur, termasuk irigasi, benih, dan pupuk, agar pelaksanaan program pertanian di tahun 2025 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan jaringan irigasi di berbagai wilayah, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Infrastruktur yang memadai menjadi faktor utama dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian.

Koordinasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat realisasi janji kampanye Prabowo-Gibran dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui ketahanan pangan nasional. Dengan strategi yang matang dan kerja sama yang kuat antara pemerintah, TNI, relawan, serta masyarakat, swasembada pangan yang berkelanjutan bukan hanya sekadar visi, tetapi menjadi kenyataan yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat.

“Salam Presisi GSN.RPG.08,” ujar Dr. Bernard Rusman Pinem, Jurnalis Jakarta Com, menutup wawancara.

 

Penulis: Dr Bernard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum
Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar
Dugaan Minim nyaTransparansi Proyek Kopdes Merah Putih, Publik Pertanyakan Penggunaan Anggaran Negara di Lapangan
Dr. Charles P.N. Rembang: Pendeta, Akademisi, dan Penggerak yang Menginspirasi
Dr. Charles Rembang: Paskah Nasional 2026 Sulut Wujud Harmoni Sejati  
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 03:22 WIB

Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar

Kamis, 16 April 2026 - 15:27 WIB

Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 05:38 WIB

Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar

Rabu, 15 April 2026 - 12:55 WIB

Dugaan Minim nyaTransparansi Proyek Kopdes Merah Putih, Publik Pertanyakan Penggunaan Anggaran Negara di Lapangan

Berita Terbaru

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, dalam kunjungan dinas BGN ke Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah di Palu, Jumat (17/4), sebagai bagian dari upaya memastikan bahan pangan yang digunakan aman, sehat, dan layak konsumsi.

Badan Gizi Nasional

BGN Gandeng Barantin, Perketat Pengawasan Keamanan Pangan untuk Program MBG

Jumat, 17 Apr 2026 - 20:52 WIB