Suararakyat.info.Jakarta – Dalam upaya mempercepat swasembada pangan nasional, TNI Angkatan Darat (TNI AD) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar rapat koordinasi di Kantor Kementan RI, Jl. Ragunan, Jakarta Selatan. Rapat ini merupakan langkah strategis dalam merealisasikan program prioritas ASTA CITA yang diusung oleh Presiden H. Prabowo Subianto.(27/3/2025)
Dalam pertemuan ini, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang diwakili oleh Letjen TNI Tandyo Budi Revita, menegaskan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan berbagai instansi untuk memastikan percepatan program pembangunan pertanian di tahun anggaran 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat koordinasi ini menjadi kelanjutan dari diskusi antara TNI AD, Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GAKORPAN dan LBH PERS Presisi Jurnalis Pos Com. Fokus utama pembahasan adalah optimalisasi sistem irigasi guna meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Wakasad menegaskan bahwa percepatan swasembada pangan harus dimulai dengan pengelolaan sumber daya alam, khususnya air. “Hal utama yang menjadi perhatian adalah air. Dengan koordinasi Prioritas Program ASTA CITA Bapak Presiden H. Prabowo Subianto, kami menyelaraskan pelaksanaan di lapangan agar produksi pangan di awal tahun 2025 dapat mencapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam pemaparannya menyampaikan bahwa koordinasi ketahanan pangan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan optimalisasi lahan tidur, infrastruktur, serta ketersediaan sarana produksi, termasuk pupuk.
“Alhamdulillah, setelah Lebaran ini, progres dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk kementerian dan TNI, sangat luar biasa. Jika strategi dan pengawasan ini berjalan sesuai rencana, kita optimis swasembada pangan dapat tercapai lebih cepat, bahkan tiga bulan lebih awal dari target. Semua ini sesuai dengan arahan Presiden H. Prabowo Subianto,” ujar Dr. Bernard BBBI Siagian, SH, MAkp, pemerhati kebijakan publik dari DPP GAKORPAN LBH PERS Presisi.
Bunda Tiur Simamora (76), tokoh srikandi dari Rumah Besar Barisan Relawan Prabowo-Gibran, turut menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam program ketahanan pangan nasional. Bertempat di Kantor Rumah Besar Relawan di Jl. Nelly Anggrek Murni No. 81, Jakarta Barat, ia menekankan bahwa pemberdayaan pertanian rakyat harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu.
“Kami mendukung sinergitas ASTA CITA yang membawa dampak positif bagi swasembada pangan. Dengan memanfaatkan integritas, loyalitas, dan pengabdian masyarakat, serta kearifan lokal, pertanian rakyat dapat tumbuh lebih mandiri. Relawan juga harus diberdayakan bersama TNI-POLRI untuk memotivasi mereka dalam mengambil langkah konkret yang berkelanjutan,” paparnya.
Senada dengan itu, aktivis pemberdayaan sengketa tanah dari LBH PERS GSN RPG.08, Riries F. Trey dan Rusman Pinem, S.Sos, juga menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur, termasuk irigasi, benih, dan pupuk, agar pelaksanaan program pertanian di tahun 2025 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan jaringan irigasi di berbagai wilayah, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Infrastruktur yang memadai menjadi faktor utama dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian.
Koordinasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat realisasi janji kampanye Prabowo-Gibran dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui ketahanan pangan nasional. Dengan strategi yang matang dan kerja sama yang kuat antara pemerintah, TNI, relawan, serta masyarakat, swasembada pangan yang berkelanjutan bukan hanya sekadar visi, tetapi menjadi kenyataan yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat.
“Salam Presisi GSN.RPG.08,” ujar Dr. Bernard Rusman Pinem, Jurnalis Jakarta Com, menutup wawancara.
Penulis: Dr Bernard














