Poto: Bangunan sekolah SDN 10 sinuangon yang pinggirnya sekolah di jadikan tambang PETI
Suararakyat.info.Pasaman – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) semakin menjamur di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Kondisi ini tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam fasilitas pendidikan yang menjadi tempat anak-anak menimba ilmu. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN 10 Sinuangon, yang nyaris rusak akibat penambangan ilegal yang semakin dekat ke bangunan sekolah.
Di Dusun Sinuangon, Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto, aktivitas PETI semakin merajalela. Para penambang bahkan telah menggali lahan di samping sekolah, menyebabkan abrasi dan ketidakstabilan tanah di sekitar SDN 10 Sinuangon. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin bangunan sekolah yang menjadi tempat belajar bagi ratusan siswa ini akan mengalami kerusakan parah atau bahkan runtuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi ini.

“Kami sangat resah dengan aktivitas tambang ini. Dulu mereka hanya beroperasi di tempat yang jauh dari pemukiman, tapi sekarang mereka sudah masuk ke sekitar sekolah. Jika ini terus dibiarkan, bukan hanya sekolah yang rusak, tapi masa depan anak-anak kami juga terancam,” ujarnya.
Dampak dari PETI bukan hanya kerusakan bangunan sekolah, tetapi juga pencemaran lingkungan. Aktivitas tambang ilegal sering kali menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri, yang dapat mencemari air tanah dan sungai. Hal ini tentu berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap zat beracun
Minimnya Penindakan, Siapa Bertanggung Jawab?
Sayangnya, hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menghentikan aktivitas PETI di sekitar sekolah ini. Meskipun beberapa kali dilakukan razia, para penambang ilegal kerap kembali beroperasi setelah situasi dianggap aman.
Tokoh masyarakat setempat meminta agar pemerintah daerah segera turun tangan sebelum terjadi hal yang lebih buruk.
Maraknya PETI di wilayah Pasaman Barat menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, generasi muda akan kehilangan tempat belajar yang layak. Pemerintah diharapkan segera bertindak dengan tegas untuk menertibkan tambang ilegal yang semakin merajalela.
Selain itu, perlu ada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan masa depan anak-anak. Tanpa tindakan nyata, bukan hanya sekolah yang hancur, tetapi juga harapan dan cita-cita generasi penerus bangsa.
(Athia)














