Maraknya PETI di Pasaman Ancam Dunia Pendidikan, SDN 10 Sinuangon Nyaris Rusak

- Penulis

Minggu, 23 Maret 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: Bangunan sekolah SDN 10 sinuangon yang pinggirnya sekolah di jadikan tambang PETI

Suararakyat.info.Pasaman – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) semakin menjamur di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Kondisi ini tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam fasilitas pendidikan yang menjadi tempat anak-anak menimba ilmu. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN 10 Sinuangon, yang nyaris rusak akibat penambangan ilegal yang semakin dekat ke bangunan sekolah.

Di Dusun Sinuangon, Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto, aktivitas PETI semakin merajalela. Para penambang bahkan telah menggali lahan di samping sekolah, menyebabkan abrasi dan ketidakstabilan tanah di sekitar SDN 10 Sinuangon. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin bangunan sekolah yang menjadi tempat belajar bagi ratusan siswa ini akan mengalami kerusakan parah atau bahkan runtuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi ini.

“Kami sangat resah dengan aktivitas tambang ini. Dulu mereka hanya beroperasi di tempat yang jauh dari pemukiman, tapi sekarang mereka sudah masuk ke sekitar sekolah. Jika ini terus dibiarkan, bukan hanya sekolah yang rusak, tapi masa depan anak-anak kami juga terancam,” ujarnya.

READ  Oknum Anggota TNI Diduga Amankan Ekskavator Emas Ilegal di Pohuwato, Nama Is dari Kodam XIII/Merdeka Disorot Publik

Dampak dari PETI bukan hanya kerusakan bangunan sekolah, tetapi juga pencemaran lingkungan. Aktivitas tambang ilegal sering kali menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri, yang dapat mencemari air tanah dan sungai. Hal ini tentu berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap zat beracun

Minimnya Penindakan, Siapa Bertanggung Jawab?

Sayangnya, hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menghentikan aktivitas PETI di sekitar sekolah ini. Meskipun beberapa kali dilakukan razia, para penambang ilegal kerap kembali beroperasi setelah situasi dianggap aman.

Tokoh masyarakat setempat meminta agar pemerintah daerah segera turun tangan sebelum terjadi hal yang lebih buruk.

Maraknya PETI di wilayah Pasaman Barat menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, generasi muda akan kehilangan tempat belajar yang layak. Pemerintah diharapkan segera bertindak dengan tegas untuk menertibkan tambang ilegal yang semakin merajalela.

Selain itu, perlu ada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan masa depan anak-anak. Tanpa tindakan nyata, bukan hanya sekolah yang hancur, tetapi juga harapan dan cita-cita generasi penerus bangsa.

 

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WARGA KECAM KERAS OKNUM PEGAWAI KSOP DIDUGA BERSIKAP AROGAN SAAT GOTONG ROYONG CFD DI AIR PUTIH
Renovasi Gereja  Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Dapat Sentuhan TMMD, Jemaat ERROI Ucap Syukur
Satgas TMMD 128 dan Warga Bersinergi, Pembangunan Rumah di Manokwari Tunjukkan Kemajuan Pesat
Progres Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 56 Persen di wilayah Kodam XVIII/Kasuari
Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
Polimik Ketua TP-PKK Apel OPD, DPRD SBB Akan Panggil Sekda, Kabag Protokoler dan Pemerintah Diminta Klarifikasi 
KPU Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di SMA Negeri 15 SBB: Ciptakan Pemilu Berkualitas, Jujur dan Adil
GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2–3 Mei 2026
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 10:55 WIB

WARGA KECAM KERAS OKNUM PEGAWAI KSOP DIDUGA BERSIKAP AROGAN SAAT GOTONG ROYONG CFD DI AIR PUTIH

Jumat, 24 April 2026 - 07:39 WIB

Renovasi Gereja  Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Dapat Sentuhan TMMD, Jemaat ERROI Ucap Syukur

Jumat, 24 April 2026 - 05:02 WIB

Satgas TMMD 128 dan Warga Bersinergi, Pembangunan Rumah di Manokwari Tunjukkan Kemajuan Pesat

Jumat, 24 April 2026 - 04:19 WIB

Progres Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 56 Persen di wilayah Kodam XVIII/Kasuari

Rabu, 22 April 2026 - 11:08 WIB

Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif

Berita Terbaru