SUARARAKYAT || SUKABUMI – Membangun demokrasi yang sehat tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggaraan pemilu yang baik. Diperlukan pendidikan politik yang berkelanjutan agar masyarakat memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawabnya sebagai pemilih dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa.
Pesan tersebut menjadi benang merah dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 yang digelar Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, bekerja sama dengan KPU Kota Sukabumi di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Sabtu (1/8).
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi) yang akrab disapa Hergun itu menggandeng KPU Kota Sukabumi serta Pengurus Cabang Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat literasi politik masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi kemasyarakatan Dadali Pati Nusantara yang dipimpin Abah Alam, para seniman lokal, tokoh masyarakat, hingga kader PIRA dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Dalam pemaparannya, Hergun menegaskan bahwa kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas pemilih. Karena itu, masyarakat harus mampu menjaga proses demokrasi dari berbagai praktik yang mencederai nilai-nilai demokrasi, seperti politik uang, penyebaran informasi palsu, maupun kepentingan pragmatis yang dapat memengaruhi pilihan politik secara tidak sehat.
“Demokrasi yang bersih itu ibarat air sungai yang jernih. Kalau kita jaga bersama dari sampah pragmatisme dan berita bohong, hasilnya adalah Indonesia yang semakin maju dan sejahtera,” ujar Hergun.
Menurut Ketua Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI Hergun) itu, pendidikan pemilih tidak boleh berhenti ketika memasuki masa kampanye atau menjelang pemungutan suara.
Upaya tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan agar masyarakat semakin memahami pentingnya memilih berdasarkan rekam jejak, kapasitas, serta integritas calon pemimpin.
Pandangan serupa disampaikan Ketua PC PIRA Kota Sukabumi, Etiawati Selvi. Ia menilai praktik politik transaksional masih menjadi tantangan yang dihadapi dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pendidikan politik kepada masyarakat harus terus diperkuat.
“Tahun ke tahun kita masih dihadapkan pada persoalan masyarakat yang cenderung menilai calon dari sisi materi, bukan kualitasnya. Melalui sosialisasi ini, kami berharap pola pikir masyarakat dapat berubah sehingga lebih mengutamakan kapasitas dan integritas calon pemimpin,” kata Etiawati.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan partisipasi perempuan dalam dunia politik. Menurutnya, perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa, asalkan terus meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan, dan memiliki kepercayaan diri.
“Sebagai perempuan yang berkecimpung di dunia politik, kita harus terus belajar dan mengembangkan diri. Perempuan tidak boleh kalah bersaing. Dengan semangat, kerja keras, dan rasa percaya diri, perempuan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PIRA mengirimkan sebanyak 70 kader, terdiri atas 35 perwakilan dari PC PIRA Kota Sukabumi dan 35 perwakilan dari PC PIRA Kabupaten Sukabumi.
Selain Hergun dan Etiawati Selvi, sosialisasi juga menghadirkan Ketua KPU Kota Sukabumi, Imam Sutrisno, sebagai narasumber. Ia memaparkan pentingnya pendidikan pemilih berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan demokrasi.
Melalui kolaborasi antara legislatif, penyelenggara pemilu, organisasi perempuan, dan berbagai elemen masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya demokrasi yang lebih dewasa, partisipatif, serta berorientasi pada lahirnya pemimpin yang berkualitas melalui pilihan masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab.
Penulis : Prima RK
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














