SUARARAKYAT || SUKABUMI — Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan (Hergun), menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi menggelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 yang melibatkan berbagai organisasi kepemudaan di salah satu hotel di wilayah Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi demokrasi sekaligus meningkatkan partisipasi politik masyarakat, khususnya generasi muda, menjelang pelaksanaan pemilu mendatang.
Heri Gunawan mengatakan, sosialisasi pendidikan pemilih merupakan agenda yang rutin dilakukan. Namun kali ini, pihaknya secara khusus merangkul organisasi kepemudaan seperti KNPI, Pemuda Muhammadiyah, Tidar, serta berbagai komunitas dan relawan untuk membangun kesadaran politik yang sehat sejak dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Prinsipnya, kami memiliki pandangan yang sama dengan KPU, yaitu menciptakan pemilih yang berkelanjutan. Kami ingin menggugah generasi muda agar lebih memahami demokrasi dan menyadari bahwa setiap suara memiliki arti penting bagi masa depan bangsa,” ujar Heri Gunawan yang sering disapa Hergun
Menurutnya, pendidikan politik tidak hanya dilakukan menjelang hari pemungutan suara, tetapi harus menjadi proses yang terus menerus agar masyarakat memiliki pemahaman yang utuh tentang pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
Hergun menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut bukan mengarahkan pilihan politik masyarakat, melainkan membangun kesadaran bahwa demokrasi hanya akan berkualitas apabila diikuti partisipasi publik yang tinggi.
“Siapa pun pilihan politiknya adalah hak masing-masing. Yang ingin kami bangun adalah kesadaran bahwa jangan sampai ada lagi sikap apatis atau memilih untuk tidak menggunakan hak suara. Satu suara sangat menentukan arah dan masa depan bangsa,” katanya.
Heri juga menyoroti adanya tren penurunan partisipasi pemilih pada sejumlah pemilihan sebelumnya. Karena itu, pendidikan pemilih dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat sehingga hasil pemilu memiliki legitimasi yang semakin kuat.
Selain mendorong partisipasi politik, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial serta kemampuan menyaring informasi di tengah derasnya arus digital.
Menurut Heri, penyebaran hoaks dan disinformasi menjadi tantangan serius dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, masyarakat, terutama generasi muda, harus memiliki kemampuan memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
“Jangan mudah ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Biasakan memeriksa sumber, waktu publikasi, dan memastikan informasi tersebut valid. Menangkal hoaks dimulai dari kedewasaan kita dalam menyaring informasi,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara DPR RI, KPU, dan organisasi kepemudaan, Heri berharap lahir generasi pemilih yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilih, tetapi juga cerdas, kritis, serta mampu menjaga kualitas demokrasi Indonesia melalui partisipasi yang bertanggung jawab.
Penulis : Prima RK
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














