SUARARAKYAT || PASURUAN – Kasus peluru nyasar yang menggemparkan warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Insiden yang nyaris merenggut nyawa sebuah keluarga itu belum menemukan titik terang, sehingga memunculkan keresahan di tengah masyarakat dan mendorong berbagai elemen, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEMPTNU) Tapal Kuda, untuk mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara profesional, menyeluruh, dan transparan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, Ketua RT 1 Desa Alastlogo, Sulihin, sedang berada di ruang televisi bersama istri dan anak bungsunya. Beberapa saat sebelumnya, sang istri baru saja selesai memasak dan meninggalkan area dapur.
Tanpa diduga, terdengar suara benturan keras dari bagian atap rumah. Setelah diperiksa, keluarga menemukan sebuah proyektil peluru tajam yang telah menembus genteng dan plafon rumah sebelum akhirnya jatuh tepat di area kompor dapur. Kejadian itu membuat seluruh anggota keluarga terkejut dan mengalami trauma, mengingat peluru tersebut dapat saja mengenai penghuni rumah apabila lintasannya bergeser beberapa sentimeter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, insiden tersebut menjadi perhatian serius masyarakat karena menunjukkan adanya potensi ancaman terhadap keselamatan warga sipil di kawasan permukiman.
Hingga berita ini ditulis, asal-usul peluru tersebut masih belum dapat dipastikan. Belum adanya kepastian hukum memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, sehingga BEMPTNU Tapal Kuda meminta aparat penegak hukum bergerak cepat mengungkap fakta secara ilmiah.
Koordinator BEMPTNU Tapal Kuda menilai peristiwa jatuhnya peluru di lingkungan permukiman bukan persoalan sederhana yang dapat dianggap sebagai insiden biasa. Menurutnya, negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.
“Yang dipertaruhkan bukan hanya kerusakan bangunan, tetapi keselamatan jiwa warga. Hari ini memang tidak ada korban, namun apabila kasus seperti ini dibiarkan tanpa pengungkapan yang jelas, bukan tidak mungkin akan menimbulkan korban pada kejadian berikutnya,” ujarnya.
Desakan tersebut semakin menguat setelah adanya klarifikasi dari Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 3 Grati yang menyatakan bahwa proyektil yang ditemukan warga bukan merupakan jenis amunisi yang digunakan dalam kegiatan latihan mereka. Pernyataan itu menjadi salah satu perkembangan penting dalam proses penyelidikan, namun menurut BEMPTNU Tapal Kuda masih memerlukan pembuktian ilmiah melalui pemeriksaan forensik.
BEMPTNU menegaskan bahwa setelah adanya penjelasan dari pihak Puslatpur, tanggung jawab untuk mengungkap sumber peluru sepenuhnya berada di tangan kepolisian. Aparat diminta melakukan penyelidikan secara komprehensif dengan mengedepankan metode ilmiah, termasuk uji balistik dan pemeriksaan laboratorium forensik terhadap proyektil yang ditemukan.
Selain itu, penyelidikan juga diharapkan mampu menelusuri kemungkinan asal senjata, arah lintasan peluru, serta seluruh fakta teknis lainnya agar penyebab kejadian dapat dipastikan secara objektif.
Menurut BEMPTNU, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam proses penegakan hukum. Oleh karena itu, mereka meminta setiap perkembangan penyelidikan disampaikan kepada publik agar tidak menimbulkan berbagai asumsi maupun spekulasi yang justru memperkeruh situasi.
“Transparansi merupakan bentuk akuntabilitas aparat kepada masyarakat. Kami berharap hasil identifikasi balistik, perkembangan penyelidikan, hingga kesimpulan akhir nantinya dapat disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum sekaligus rasa aman,” tegas Koordinator BEMPTNU Tapal Kuda.
Masyarakat Desa Alastlogo sendiri berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus tersebut secara tuntas. Mereka menginginkan adanya kepastian mengenai sumber peluru yang menembus rumah warga agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat penting bahwa setiap insiden yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat harus ditangani secara cepat, profesional, dan berdasarkan pembuktian ilmiah. Publik kini menantikan langkah konkret dari Polres Pasuruan Kota dalam mengungkap asal-usul proyektil tersebut, sehingga kepastian hukum dapat terwujud dan rasa aman masyarakat kembali pulih.
Penulis : M Ubaidilah
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














