Terima Anggota Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Bamsoet Dorong Kepengurusan PARFI Bersatu

- Penulis

Selasa, 18 Februari 2025 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info. Jakarta- Angota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo meminta pemerintah untuk membantu menyelesaikan perpecahan di kepengurusan Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) yang saat ini menjadi beberapa kubu. Perpecahan ini tidak hanya mempengaruhi organisasi PARFI, tetapi juga berdampak signifikan pada industri perfilman Indonesia secara keseluruhan. Perlunya persatuan dalam PARFI menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas insan perfilman di Indonesia.

“Persatuan PARFI dan peningkatan kualitas insan perfilman adalah dua faktor penting yang saling berkaitan. Dengan bersatu, PARFI dapat menjadi wadah yang kuat untuk memperjuangkan kepentingan anggota dan mengembangkan industri perfilman Indonesia. Peningkatan kualitas insan perfilman akan menghasilkan film-film yang lebih berkualitas dan mampu bersaing di kancah nasional serta internasional,” ujar Bamsoet usai menerima sejumlah anggota PARFI di Jakarta, Selasa (18/2/25).

Anggota PARFI hadir antara lain Rina Hasyim, Boy Tirayoh, Bambang Oeban dan Boy Hamzah Notonegoro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, persatuan dalam PARFI merupakan kunci untuk menciptakan ekosistem perfilman yang sehat. Dengan adanya satu kepengurusan yang solid, proses pengambilan keputusan menjadi lebih terstruktur dan efisien. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi para anggotanya untuk bersinergi dalam berbagai program, berbagi pengetahuan, serta meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menciptakan karya-karya berkualitas.

READ  Putusan Sidang Perkara Korupsi Kredit BRIguna Batalyon Bekang kostrad Cibinong

“PARFI yang terpecah akan kehilangan kredibilitas di mata anggota dan publik. Dengan bersatu, PARFI dapat kembali menjadi wadah yang dipercaya untuk memperjuangkan hak-hak artis film Indonesia. Terlebih, PARFI memiliki sejarah panjang sejak 1956 dengan tokoh pendiri seperti Usmar Ismail dan Djamaludin Malik, yang membawa visi luhur untuk memajukan perfilman nasional,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua KADIN Indonesia dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menambahkan, selain persatuan di tubuh PARFI, peningkatan kualitas insan perfilman merupakan faktor kunci kemajuan industri perfilman Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas insan perfilman Indonesia, PARFI perlu berfokus pada pelatihan dan pendidikan bagi para anggotanya. Dengan mengadakan workshop, seminar, dan program mentorship, PARFI dapat memfasilitasi pengembangan keterampilan dan pengetahuan anggota. Selain itu, PARFI perlu menerapkan sistem sertifikasi kompetensi untuk memastikan bahwa insan perfilman memiliki standar kualitas yang tinggi.

“Dengan memperkuat kerjasama dengan pemerintah, lembaga pendidikan dan pelaku industri perfilman, PARFI dapat mendorong lahirnya generasi baru yang kreatif dan inovatif. Melalui sinergi ini, industri perfilman Indonesia akan semakin berdaya saing dan dapat menghasilkan karya yang tidak hanya diterima di pasar domestik, tetapi juga memiliki potensi untuk menembus pasar internasional,” pungkas Bamsoet.

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Sumur Bor APBD Sukabumi 2026 Disorot, Biaya Borong Hanya Rp18 Juta per Titik Padahal Pagu Hingga Ratusan Juta
Dirjen Imigrasi Lakukan Penyegaran Kepemimpinan, Tegaskan Komitmen Reformasi dan Integritas Pelayanan Publik
Kawal Kemerdekaan Pers: PPWI Siapkan Gugatan Praperadilan Lawan Kapolri Hingga Kasat Reskrim Pekanbaru
Dr. Fachrul Razi: Revisi UU Pemerintahan Aceh Minus Penguatan Kewenangan Aceh, Berpotensi Sia-Sia!
Hak Siswa Dipertanyakan, Dugaan Penahanan PIP dan Denda Tunggakan Mencuat di MA Sabilal Muhtadin
Muswil I MUI Papua Barat Daya Dipalang Adat, MMP Tuntut Keterlibatan Muslim Asli Papua
APINDO Minta Kajian Komprehensif Sebelum Konvensi ILO tentang Pekerja Platform Diratifikasi
Otonomi Daerah di Persimpangan Jalan, Dr. Fachrul Razi Beberkan Masalah Pokok dan Solusi Strategis di Kuliah Umum UICI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:36 WIB

Proyek Sumur Bor APBD Sukabumi 2026 Disorot, Biaya Borong Hanya Rp18 Juta per Titik Padahal Pagu Hingga Ratusan Juta

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:14 WIB

Dirjen Imigrasi Lakukan Penyegaran Kepemimpinan, Tegaskan Komitmen Reformasi dan Integritas Pelayanan Publik

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:20 WIB

Kawal Kemerdekaan Pers: PPWI Siapkan Gugatan Praperadilan Lawan Kapolri Hingga Kasat Reskrim Pekanbaru

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:16 WIB

Dr. Fachrul Razi: Revisi UU Pemerintahan Aceh Minus Penguatan Kewenangan Aceh, Berpotensi Sia-Sia!

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:03 WIB

Hak Siswa Dipertanyakan, Dugaan Penahanan PIP dan Denda Tunggakan Mencuat di MA Sabilal Muhtadin

Berita Terbaru