SUARARAKYAT.info|| SUKABUMI- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah untuk siswa sekolah dasar kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian datang dari SDN 4 Karang Tengah, setelah menu makanan yang dibagikan pada Rabu, 4 Februari 2026, dinilai kurang memadai oleh sejumlah wali murid.
Berdasarkan pantauan dan informasi yang diterima, menu makan bergizi gratis yang dibagikan kepada para siswa pada hari tersebut hanya terdiri dari dua potong jagung manis, satu buah jeruk, serta satu butir telur rebus. Menu tersebut menuai keluhan karena dianggap belum mencerminkan standar gizi seimbang bagi anak usia sekolah dasar.
Salah satu wali murid H 37 tahun mengaku kecewa dan mempertanyakan komposisi menu yang diberikan. Menurutnya, porsi dan variasi makanan tersebut belum cukup untuk menunjang kebutuhan gizi dan energi anak selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau hanya jagung, jeruk,susu dan telur, kami khawatir gizinya belum mencukupi. Anak-anak kan butuh asupan karbohidrat, protein, dan sayur yang seimbang,dan jika di hitungkan paling berapa ini. ” ujarnya. (4/2/2026)
Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa orang tua siswa lainnya yang berharap program Makan Bergizi Gratis benar-benar dijalankan dengan memperhatikan kualitas, porsi, dan variasi menu, bukan sekadar menggugurkan kewajiban program.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 4 Karang Tengah, Susi Saprida Hadiati, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, menyampaikan bahwa pihak sekolah juga menyayangkan menu yang diterima para siswa pada hari tersebut.
“Iya, Pak. Pihak sekolah juga sangat menyayangkan. Namun kami hanya bisa menyampaikan keluhan dan komplain dari siswa kepada pihak dapur. Semoga ke depannya bisa lebih baik,” tulis Susi dalam pesan singkatnya.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak memiliki kewenangan penuh dalam penentuan menu, karena seluruh pengelolaan makanan berada di bawah tanggung jawab dapur penyedia yang bekerja sama dalam program tersebut. Sekolah, kata dia, hanya bertugas menerima dan mendistribusikan makanan kepada siswa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG maupun yayasan pengelola dapur yang menyediakan menu makan bergizi gratis tersebut belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan terkait standar menu, perhitungan nilai gizi, serta mekanisme pengawasan program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis sejatinya bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak, mencegah stunting, serta mendukung konsentrasi belajar siswa. Oleh karena itu, masyarakat berharap pelaksanaannya benar-benar diawasi secara ketat agar tujuan mulia program ini tidak melenceng dari harapan.
Wali murid pun berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi, agar kualitas menu yang disajikan sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak sekolah dan tidak kembali menimbulkan polemik di kemudian hari.
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














