Pekerjaan Rp 98 Juta di Warungkiara Disorot: Diduga Dikerjakan Kilat 2 Hari, Warga Nilai Kualitas Buruk dan Tak Libatkan Masyarakat

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 02:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| SUKABUMI— Proyek pengaspalan jalan desa di wilayah Lengokmanggu–Damaraja, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pekerjaan yang menelan anggaran Rp 98.000.000 tersebut dinilai dikerjakan secara terburu-buru, tidak melibatkan warga, bahkan kualitas hasilnya dinilai memprihatinkan.sabtu (29/11/2025)

Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek ini merupakan pekerjaan pengaspalan/shand sheet sepanjang 200 meter dengan lebar 2,2 meter, bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Namun fakta di lapangan dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.

Poto: papan proyek yang berada di lokasi bersumber dari anggaran bantuan gubernur jabat

Saat tim Media suararakyat ke lokasi ia juga menunjukkan beberapa titik aspal yang terlihat tidak merata. Ada bagian yang terlalu tipis, sementara sebagian lainnya tampak lebih tebal. Kondisi kepadatan material pun dipertanyakan karena terlihat kurang padat dan berpotensi cepat rusak.
“Ini lagi musim hujan. Aspal yang dikerjakan asal-asalan begini ya jelas diragukan ketahanannya,” tambahnya.

Sorotan lain muncul terkait absennya keterlibatan warga setempat dalam pengerjaan proyek. Menurut warga, tidak ada satu pun masyarakat sekitar yang dipekerjakan dalam proyek ini. Mereka hanya menjadi penonton ketika alat berat dan pekerja dari luar datang menyelesaikan pekerjaan..“Di sini mah sudah biasa, nggak aneh. Proyek desa itu jarang melibatkan warga,” celetuk seorang warga.

Padahal menurut ketentuan umum pembangunan desa, idealnya terdapat program Padat Karya Tunai (PKT) untuk melibatkan masyarakat sekitar demi memberikan tambahan pendapatan dan menggerakkan ekonomi lokal.

READ  BUMDesa Depas Mandiri Pasawahan Buktikan Komitmen Program Ketahanan Pangan Berjalan Sesuai Ketentuan
Poto: Hasil pekerjaan yang diduga asal. Jadi

Beberapa warga menyayangkan apabila proyek desa justru dikerjakan oleh pihak ketiga (CV) dari luar daerah, sehingga manfaat ekonomi tidak dirasakan masyarakat setempat.

“Kalau dikerjakan CV dari luar, ya jelas yang menikmati upah pekerjaannya orang luar. Warga di sini hanya dapat jalan yang kualitasnya meragukan,” ujar seorang tokoh masyarakat

Masyarakat berharap pemerintah desa maupun kecamatan lebih transparan dan meningkatkan kualitas pengawasan terhadap setiap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran negara. Terlebih, dengan kondisi jalan desa yang sangat dibutuhkan warga sebagai akses utama, kualitas pembangunan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Selain itu, warga meminta agar proyek-proyek berikutnya dapat mengutamakan tenaga kerja lokal melalui skema PKT, sehingga manfaat anggaran pembangunan benar-benar kembali kepada masyarakat desa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah Desa belum terkonfirmasi dan tim Media suararakyat akan terus berupaya lebih dalam, mengingat anggaran yang digunakan adalah anggaran negara yang menjadi program prioritas instruktur oleh gubernur kabar Dedi mulyadi (KDM)

Penulis : AG

Editor : Red-SR

Sumber Berita: Suararakyat. info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme
Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan
Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru
Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026
Forum RT dan RW sekota Sukabumi Pertanyakan Dana Abadi, Ayep Zaki Tegaskan Tak Bisa Tekan Kebijakan
Forum RT/RW Kota Sukabumi Pertanyakan Etika Pemerintah, Arif Angkat Dugaan Manuver
BUMDesa Cisaat Mandiri Berdayakan Potensi Beras Lokal Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Warga Sekitar
Gegerbitung Menunggu Aksi: Jalan Rusak Disorot, DPRD Sentil Kinerja Pemkab Sukabumi
Berita ini 141 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:13 WIB

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme

Senin, 25 Mei 2026 - 04:06 WIB

Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:17 WIB

Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:02 WIB

Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:00 WIB

Forum RT dan RW sekota Sukabumi Pertanyakan Dana Abadi, Ayep Zaki Tegaskan Tak Bisa Tekan Kebijakan

Berita Terbaru

Uncategorized

Rupiah Melemah, Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:14 WIB