SUARARAKYAT.info|| SUKABUMI— Proyek pengaspalan jalan desa di wilayah Lengokmanggu–Damaraja, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pekerjaan yang menelan anggaran Rp 98.000.000 tersebut dinilai dikerjakan secara terburu-buru, tidak melibatkan warga, bahkan kualitas hasilnya dinilai memprihatinkan.sabtu (29/11/2025)
Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek ini merupakan pekerjaan pengaspalan/shand sheet sepanjang 200 meter dengan lebar 2,2 meter, bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Namun fakta di lapangan dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.

Saat tim Media suararakyat ke lokasi ia juga menunjukkan beberapa titik aspal yang terlihat tidak merata. Ada bagian yang terlalu tipis, sementara sebagian lainnya tampak lebih tebal. Kondisi kepadatan material pun dipertanyakan karena terlihat kurang padat dan berpotensi cepat rusak.
“Ini lagi musim hujan. Aspal yang dikerjakan asal-asalan begini ya jelas diragukan ketahanannya,” tambahnya.
Sorotan lain muncul terkait absennya keterlibatan warga setempat dalam pengerjaan proyek. Menurut warga, tidak ada satu pun masyarakat sekitar yang dipekerjakan dalam proyek ini. Mereka hanya menjadi penonton ketika alat berat dan pekerja dari luar datang menyelesaikan pekerjaan..“Di sini mah sudah biasa, nggak aneh. Proyek desa itu jarang melibatkan warga,” celetuk seorang warga.
Padahal menurut ketentuan umum pembangunan desa, idealnya terdapat program Padat Karya Tunai (PKT) untuk melibatkan masyarakat sekitar demi memberikan tambahan pendapatan dan menggerakkan ekonomi lokal.

Beberapa warga menyayangkan apabila proyek desa justru dikerjakan oleh pihak ketiga (CV) dari luar daerah, sehingga manfaat ekonomi tidak dirasakan masyarakat setempat.
“Kalau dikerjakan CV dari luar, ya jelas yang menikmati upah pekerjaannya orang luar. Warga di sini hanya dapat jalan yang kualitasnya meragukan,” ujar seorang tokoh masyarakat
Masyarakat berharap pemerintah desa maupun kecamatan lebih transparan dan meningkatkan kualitas pengawasan terhadap setiap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran negara. Terlebih, dengan kondisi jalan desa yang sangat dibutuhkan warga sebagai akses utama, kualitas pembangunan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, warga meminta agar proyek-proyek berikutnya dapat mengutamakan tenaga kerja lokal melalui skema PKT, sehingga manfaat anggaran pembangunan benar-benar kembali kepada masyarakat desa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah Desa belum terkonfirmasi dan tim Media suararakyat akan terus berupaya lebih dalam, mengingat anggaran yang digunakan adalah anggaran negara yang menjadi program prioritas instruktur oleh gubernur kabar Dedi mulyadi (KDM)
Penulis : AG
Editor : Red-SR
Sumber Berita: Suararakyat. info














