Puluhan Rakit PETI Marak di Sungai Desa Bekali, Pangean Kuansing: Warga Resah Aparat Belum Beri Tanggapan

- Penulis

Selasa, 16 September 2025 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Kuansing,Riau – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali marak di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Berdasarkan laporan warga, sedikitnya 30 unit rakit PETI beroperasi di aliran Sungai Desa Bekali, Kecamatan Pangean, sejak Minggu (14/9/2025) hingga Selasa (16/9/2025). Kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat yang khawatir akan dampak lingkungan serta kerusakan ekosistem sungai.

Informasi tersebut pertama kali diterima awak media dari warga setempat yang menyebutkan bahwa aktivitas PETI berlangsung terang-terangan tanpa ada upaya penindakan. “Sudah beberapa hari ini mereka bekerja siang malam. Rakitnya banyak sekali, sekitar tiga puluh unit,” ungkap salah seorang warga Desa Bekali yang enggan disebutkan namanya.

Menindaklanjuti laporan itu, awak media mencoba melakukan konfirmasi baik kepada pihak penambang maupun aparat kepolisian. Namun hingga kini, belum ada tanggapan resmi yang diterima.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu personel Polsek Pangean ketika dikonfirmasi, justru mengarahkan awak media untuk menanyakan kepada mantan Intel Polsek. “Coba tanya Nopa bang, mantan Intel Pangean. Dia baru pindah ke Polres,” ujarnya sambil memberikan nomor WhatsApp Nopa.

Awak media kemudian menghubungi Nopa, yang kini bertugas di Polres Kuansing. Dalam keterangannya pada Senin sore (15/9/2025), Nopa membenarkan bahwa dirinya sudah mutasi ke Polres. “Izin, saat ini saya sudah mutasi ke Polres Kuansing Pak. Nanti akan saya kasih nomor Kanit Intel dan Kanit Reskrim yang baru,” jawabnya singkat.

READ  Prabowo Tabuh Genderang Perang: 1.063 Tambang Ilegal Diburu, Kalbar Jadi Sorotan

Namun, hingga berita ini diturunkan pada Selasa malam (16/9/2025), nomor pejabat yang dimaksud belum juga diberikan, dan tidak ada keterangan resmi baik dari Polsek Pangean maupun Polres Kuansing terkait maraknya aktivitas PETI tersebut.

Masyarakat Desa Bekali dan sekitarnya mengaku resah dengan keberadaan rakit-rakit PETI yang mengeruk sungai. Mereka khawatir jika dibiarkan, ekosistem sungai akan rusak parah, air menjadi tercemar, dan mata pencaharian warga yang bergantung pada sungai ikut terancam.

“Kalau ini terus dibiarkan, sungai bisa rusak. Air keruh, ikan habis, dan tanah di pinggiran sungai bisa longsor,” keluh seorang tokoh masyarakat Pangean.

Warga berharap pihak kepolisian maupun pemerintah daerah segera turun tangan menghentikan aktivitas ilegal tersebut. “Kami hanya ingin aparat bertindak tegas. Jangan sampai warga yang turun sendiri, itu bisa menimbulkan gesekan,” ujar seorang warga lainnya.

Hingga kini, keberadaan puluhan rakit PETI di aliran Sungai Desa Bekali masih menjadi tanda tanya besar mengenai penegakan hukum di wilayah tersebut. Publik menunggu langkah nyata dari aparat penegak hukum dalam menangani aktivitas tambang ilegal yang terus merajalela.

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”
Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Warnai Penanganan Kredit BRI di Meranti, Desakan Audit Internal Menguat
Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat
Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.
PANEN RAYA JAGUNG PIPIL DESA SENGGORO, POLRI HADIR SEBAGAI PEMRAKARSA KEMANDIRINAN EKONOMI LOKAL*
PASCA-BANJIR, BHABINKAMTIBMAS POLSEK BENGKALIS KAWAL PEMULIHAN TANAMAN JAGUNG PIPIL DI DESA KETAM PUTIH*
DUKUNG KETAHANAN PANGAN, KAPOLSEK BENGKALIS GANDENG PEMDES KELEBUK DORONG BUDIDAYA JAGUNG PIPIL
Polsek Bengkalis Aktif Dampingi Petani Jagung Pipil, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:57 WIB

KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:23 WIB

Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:05 WIB

Sinergitas Pemdes Kuala Alam Bersama Polsek Bengkalis Dalam Menyukseskan Program Ketahanan Pangan.

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:02 WIB

PANEN RAYA JAGUNG PIPIL DESA SENGGORO, POLRI HADIR SEBAGAI PEMRAKARSA KEMANDIRINAN EKONOMI LOKAL*

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:46 WIB

PASCA-BANJIR, BHABINKAMTIBMAS POLSEK BENGKALIS KAWAL PEMULIHAN TANAMAN JAGUNG PIPIL DI DESA KETAM PUTIH*

Berita Terbaru