DPRD Kota Sorong Gelar Paripurna, Fraksi-Fraksi Sampaikan Pendapat Akhir RPJMD 2025–2029

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuaraRakyat.info Kota Sorong Papua Barat Daya – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Sorong menggelar Rapat Pleno X Paripurna XIX masa sidang 2025, Dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap hasil pembahasan materi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sorong tahun 2025–2029, Kamis (4/9/2025).

Rapat paripurna berlangsung di Gedung DPRD Kota Sorong, dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kota Sorong Syahrir Nurdin didampingi Wakil Ketua II Michael Ricky Taneri. Hadir pula Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim beserta jajaran perangkat daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paripurna ini menjadi forum resmi bagi masing-masing fraksi untuk menyampaikan sikap, pandangan, dan rekomendasi terkait RPJMD setelah melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.

seluruh fraksi DPRK Sorong akhirnya menyatakan persetujuan agar Ranperda RPJMD ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Namun, dukungan tersebut disertai catatan penting, analisis, serta rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Sorong agar RPJMD benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang realistis, pro-rakyat, dan terukur.

Fraksi Partai Golkar

Melalui anggotanya Saman Bugis, Fraksi Golkar menyetujui RPJMD dengan sejumlah syarat. Golkar menilai dokumen RPJMD masih terlalu umum, belum menampilkan kekhasan Kota Sorong sebagai kota jasa dan pusat perdagangan.

Golkar menyoroti lemahnya indikator program sekolah gratis, belum konkret-nya penanganan banjir, minimnya roadmap digitalisasi pajak, dan kurangnya perlindungan perempuan, anak, serta layanan ODGJ.

Selain itu, revitalisasi Pasar Remu dinilai absen dalam dokumen, sementara target pengentasan kemiskinan dianggap terlalu ambisius. Golkar juga menegaskan pentingnya memasukkan tunjangan RT/RW sebagai prioritas.

 

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Ketua Fraksi PKS Nuryadi, menegaskan RPJMD tidak boleh sebatas dokumen administratif, tetapi harus menjadi kontrak politik sekaligus kontrak sosial pemerintah dengan rakyat.

READ  Kemendes PDT dan KLH Satukan Langkah untuk Wujudkan Desa Bersih pada 2026

PKS meminta program sekolah gratis benar-benar bebas pungutan dan diawasi bersama. Beasiswa daerah diminta fokus pada bidang kesehatan untuk mengatasi kekurangan tenaga medis, sekaligus mendukung perguruan tinggi lokal.

PKS menyoroti angka stunting Kota Sorong yang mencapai 29,3 persen, kapasitas RS Sele Be Solu yang terbatas, serta perlunya peningkatan status rumah sakit tersebut menjadi tipe B.

Di bidang lingkungan, PKS mendorong penanganan banjir berbasis DAS dan pengelolaan sampah berbasis RT/RW. PKS juga menekankan revitalisasi Pasar Remu, penguatan UMKM, pembangunan smart city, hingga keamanan berbasis komunitas.

 

Fraksi Gerakan Indonesia Maju (GIM)

Ketua Fraksi GIM Selestinus Paundanan, menyoroti fluktuasi ekonomi dan data PAD yang dianggap tidak logis. GIM bahkan merekomendasikan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) PAD.

Di bidang pendidikan, GIM menilai program sekolah gratis harus dibarengi wajib sekolah yang efektif. Pada sektor kesehatan, pelayanan puskesmas dan rumah sakit diminta menjangkau semua warga.

Fraksi ini juga menekankan pemberdayaan tenaga kerja melalui BLK, dukungan modal usaha bagi OAP, penertiban bangunan liar, pelarangan miras, serta penyelesaian proyek air bersih Warsamson.

Fraksi Amanat Perjuangan Persatuan Sejahtera Adil (APPSA)

Sekretaris Fraksi APPSA James Nixon Senewe menyetujui RPJMD dengan sejumlah syarat tegas.

APPSA mengusulkan tambahan program pendidikan gratis dengan alokasi Rp400 miliar (45 persen belanja pendidikan).

Fraksi ini juga mendorong percepatan ekonomi kreatif, koordinasi terpadu penanganan banjir, serta penerapan smart city dengan dashboard layanan publik.

Selain itu, APPSA menyoroti lemahnya strategi peningkatan PAD, buruknya pengelolaan sampah, target stunting yang dianggap terlalu ambisius, minimnya indikator olahraga, dan kondisi fasilitas kesehatan yang belum memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UMMI Dibekali Perspektif Praktis, Anggota DPR RI Heri Gunawan Soroti Fungsi Pengawasan DPR
Komisi II DPR RI Heri Gunawan Gandeng KPU, Dorong Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di Sukabumi
Walikota Sorong Pimpin Upacara Hardiknas 2026: “Pendidikan Bermutu Bagi Semua Anak di Papua Barat Daya”
Musrenbang Papua Barat Daya Resmi Dibuka, Otsus Jadi Kunci Pembangunan Inklusif
HKG PKK ke-54 Papua Barat Daya Dicanangkan, Fokus Penguatan 10 Program Pokok PKK
Perjuangkan Hak Orang Asli Papua, DPR Kota Sorong Siapkan Regulasi Khusus
Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur
Dukung Program Nasional, Pemkot Sorong Gratiskan BPHTB bagi Warga Berpenghasilan Rendah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:40 WIB

Mahasiswa UMMI Dibekali Perspektif Praktis, Anggota DPR RI Heri Gunawan Soroti Fungsi Pengawasan DPR

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:40 WIB

Komisi II DPR RI Heri Gunawan Gandeng KPU, Dorong Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di Sukabumi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:30 WIB

Walikota Sorong Pimpin Upacara Hardiknas 2026: “Pendidikan Bermutu Bagi Semua Anak di Papua Barat Daya”

Kamis, 30 April 2026 - 07:48 WIB

Musrenbang Papua Barat Daya Resmi Dibuka, Otsus Jadi Kunci Pembangunan Inklusif

Kamis, 30 April 2026 - 04:50 WIB

HKG PKK ke-54 Papua Barat Daya Dicanangkan, Fokus Penguatan 10 Program Pokok PKK

Berita Terbaru