Pacu Jalur 2025 di Kuansing Resmi Dibuka: Budaya Rakyat Mendunia, Pariwisata Bangkit

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Kuansing, Riau — Sorak-sorai masyarakat memenuhi tepian Sungai Kuantan di Taluk Kuantan, Rabu (20/8/2025), saat acara pembukaan Pesta Budaya Rakyat Pacu Jalur 2025 resmi dimulai. Ajang budaya spektakuler ini kembali menjadi magnet, bukan hanya bagi masyarakat Riau, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Gelaran tahun ini mencatat sejarah dengan keikutsertaan 228 perahu jalur, yang datang dari 12 kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing)kecuali Singingi Hilir—serta peserta dari Kabupaten Indragiri Hulu dan beberapa daerah di Sumatera Barat. Setiap jalur panjangnya bisa mencapai puluhan meter, didayung oleh 60 hingga 70 orang pendayung dengan penuh semangat dan irama yang khas.

Salah satu ikon yang membuat Pacu Jalur semakin viral tahun ini adalah penampilan bocah cilik bernama Dhika. Dengan penuh lincah, ia menari di ujung perahu panjang, memperlihatkan seni tradisi unik yang disebut masyarakat setempat sebagai “aura farming”. Aksi Dhika bahkan menjadi daya tarik tersendiri yang ramai dibicarakan di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Kuansing, Dr. Suhardiman Amby, MM.Ak, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa Pacu Jalur bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi warisan budaya yang harus dijaga, dikembangkan, sekaligus dipromosikan ke dunia internasional. “Event Pacu Jalur adalah momentum strategis bagi kita untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal Kuansing, sekaligus membangkitkan industri pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ungkap Bupati dengan penuh semangat.

Suasana di Tepian Narosa Taluk Kuantan terasa semakin meriah. Ribuan masyarakat tumpah ruah, berbaur dengan wisatawan. Stand UMKM yang menjual kuliner khas daerah, suvenir budaya, dan hasil pertanian lokal turut memeriahkan jalannya festival. “Pacu Jalur adalah milik rakyat. Melalui budaya ini kita bersatu, kita bangkit, dan kita tunjukkan bahwa Kuansing punya identitas besar yang diakui dunia,” tambah Bupati.

READ  Pemerintah Pastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tetap Berjalan Selama Ramadan

Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir, termasuk Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi, Ketua Wanhat Ikatan Keluarga Cerenti (IKC) se-Jabodetabek. Tokoh asal Cerenti yang kini berdomisili di Bogor ini mengaku bangga bisa hadir langsung di arena Pacu Jalur. “Saya menyempatkan diri berkeliling Tepian Narosa sebelum acara dimulai, menikmati panorama alam yang indah, dan ikut larut dalam semangat masyarakat yang begitu luar biasa. Pacu Jalur bukan sekadar lomba, tapi cermin dari gotong-royong, persatuan, dan jiwa besar masyarakat Kuansing,” ujar Apendi.

Pesta Budaya Pacu Jalur 2025 sendiri akan berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Agustus 2025. Ribuan mata akan terus tertuju ke Kuansing, menyaksikan perahu-perahu raksasa itu berpacu di atas derasnya arus Sungai Kuantan. Tidak berlebihan jika event ini digadang sebagai Festival Warisan Budaya Lokal Mendunia.

Dengan slogan “Basatu Nagori Maju”, Pacu Jalur menjadi simbol persatuan dan harapan baru bagi masyarakat Kuansing. Event ini bukan hanya menyalakan semangat sportivitas, tetapi juga menyalakan bara ekonomi kerakyatan, terutama bagi pedagang kecil, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata lokal.

“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberkahi hamba-hamba-Nya. Pacu Jalur bukan hanya pesta budaya, tapi juga doa kolektif kita agar Kuansing semakin maju,” tutup Apendi dengan penuh harap.

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja
17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman
252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota
321 WNA Digulung di Hayam Wuruk, Polri Bongkar Dugaan Sindikat Judi Online dan Penipuan Daring Internasional Bernilai Miliaran Rupiah
TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Jadi Bukti Nyata Soliditas TNI-Polri dan Rakyat Kompak Bangun Kampung Tanah Rubuh
Kodaeral XIV Sorong Gelar Persami Korps Kadet Republik Indonesia Gelombang V
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:01 WIB

Pakar Hukum Kristianto Manullang: Menanti Keppres Prabowo, Polemik Status Ibu Kota Negara Kembali Menghangat Pasca Putusan MK

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:11 WIB

Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:07 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari, Berikan Pertolongan Pertama Kepada Warga Yang Terkena Parang Saat Kerja

Senin, 11 Mei 2026 - 14:16 WIB

17 Tahun LBH BALINKRAS: Dari Pendampingan Rakyat Kecil hingga Menjaga Marwah Keadilan di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 11 Mei 2026 - 11:01 WIB

252 Siswa SDN Ciherang Sukabumi Tak Terima MBG Lebih Lima Bulan, Disebutkan Alasan Over Kuota

Berita Terbaru