SUARARAKYAT.info||Kuansing, Riau — Sorak-sorai masyarakat memenuhi tepian Sungai Kuantan di Taluk Kuantan, Rabu (20/8/2025), saat acara pembukaan Pesta Budaya Rakyat Pacu Jalur 2025 resmi dimulai. Ajang budaya spektakuler ini kembali menjadi magnet, bukan hanya bagi masyarakat Riau, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Gelaran tahun ini mencatat sejarah dengan keikutsertaan 228 perahu jalur, yang datang dari 12 kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing)kecuali Singingi Hilir—serta peserta dari Kabupaten Indragiri Hulu dan beberapa daerah di Sumatera Barat. Setiap jalur panjangnya bisa mencapai puluhan meter, didayung oleh 60 hingga 70 orang pendayung dengan penuh semangat dan irama yang khas.
Salah satu ikon yang membuat Pacu Jalur semakin viral tahun ini adalah penampilan bocah cilik bernama Dhika. Dengan penuh lincah, ia menari di ujung perahu panjang, memperlihatkan seni tradisi unik yang disebut masyarakat setempat sebagai “aura farming”. Aksi Dhika bahkan menjadi daya tarik tersendiri yang ramai dibicarakan di media sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Kuansing, Dr. Suhardiman Amby, MM.Ak, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa Pacu Jalur bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi warisan budaya yang harus dijaga, dikembangkan, sekaligus dipromosikan ke dunia internasional. “Event Pacu Jalur adalah momentum strategis bagi kita untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal Kuansing, sekaligus membangkitkan industri pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ungkap Bupati dengan penuh semangat.
Suasana di Tepian Narosa Taluk Kuantan terasa semakin meriah. Ribuan masyarakat tumpah ruah, berbaur dengan wisatawan. Stand UMKM yang menjual kuliner khas daerah, suvenir budaya, dan hasil pertanian lokal turut memeriahkan jalannya festival. “Pacu Jalur adalah milik rakyat. Melalui budaya ini kita bersatu, kita bangkit, dan kita tunjukkan bahwa Kuansing punya identitas besar yang diakui dunia,” tambah Bupati.
Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir, termasuk Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi, Ketua Wanhat Ikatan Keluarga Cerenti (IKC) se-Jabodetabek. Tokoh asal Cerenti yang kini berdomisili di Bogor ini mengaku bangga bisa hadir langsung di arena Pacu Jalur. “Saya menyempatkan diri berkeliling Tepian Narosa sebelum acara dimulai, menikmati panorama alam yang indah, dan ikut larut dalam semangat masyarakat yang begitu luar biasa. Pacu Jalur bukan sekadar lomba, tapi cermin dari gotong-royong, persatuan, dan jiwa besar masyarakat Kuansing,” ujar Apendi.
Pesta Budaya Pacu Jalur 2025 sendiri akan berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Agustus 2025. Ribuan mata akan terus tertuju ke Kuansing, menyaksikan perahu-perahu raksasa itu berpacu di atas derasnya arus Sungai Kuantan. Tidak berlebihan jika event ini digadang sebagai Festival Warisan Budaya Lokal Mendunia.
Dengan slogan “Basatu Nagori Maju”, Pacu Jalur menjadi simbol persatuan dan harapan baru bagi masyarakat Kuansing. Event ini bukan hanya menyalakan semangat sportivitas, tetapi juga menyalakan bara ekonomi kerakyatan, terutama bagi pedagang kecil, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata lokal.
“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberkahi hamba-hamba-Nya. Pacu Jalur bukan hanya pesta budaya, tapi juga doa kolektif kita agar Kuansing semakin maju,” tutup Apendi dengan penuh harap.
(Athia)














