SUARARAKYAT || PASURUAN — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran Baru 2026 di wilayah Kecamatan Kraton menjadi titik awal sebuah pergerakan besar. Menyadari ancaman peredaran gelap narkotika yang makin agresif menyasar usia pelajar, Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan membulatkan tekad dan target ambisius: menyambangi dan mengedukasi seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Kraton tanpa terkecuali.
Langkah masif ini secara langsung didorong oleh kondisi darurat di akar rumput. Saat ini, sindikat peredaran gelap narkotika tidak lagi menjadikan orang dewasa di kota besar sebagai target utama, melainkan mulai menyasar pelajar usia belasan di pelosok desa.
Para pengedar bergerilya melalui tongkrongan warung kopi, menunggangi tren gaya hidup (FOMO), hingga memanfaatkan masa krisis identitas remaja. Jika pemuda tidak segera mengambil peran sebagai tameng pelindung bagi adik-adiknya sendiri lewat pendekatan sebaya (peer-to-peer), maka benteng pertahanan desa akan runtuh. KOPAN Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan sadar betul: menunggu regulasi birokrasi turun tanpa adanya eksekutor di lapangan sama dengan membiarkan generasi Kraton dikorbankan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gebrakan Awal: 5 Sekolah dalam 5 Hari
Sebagai bukti nyata dari komitmen besar tersebut, relawan KOPAN Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan langsung tancap gas memulai safari edukasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) tepat di pekan krusial MPLS. Sebagai langkah pemanasan, pasukan relawan muda ini sukses menginvasi lima sekolah lintas jenjang hanya dalam kurun waktu lima hari berturut-turut.
Gebrakan pembuka ini dimulai dengan membakar semangat para siswa baru di SMK Al Falah Selotambak pada hari Selasa (14/7). Tanpa jeda, estafet pergerakan berlanjut menyapa MTs Gunung Jati Curah Dukuh pada Rabu (15/7). Esok harinya, Kamis (16/7), giliran SMP Kraton yang menjadi titik pendaratan edukasi. Momentum ini terus dijaga ritmenya dengan mendatangi SMA Sunan Bonang Gerongan pada Jumat (17/7), dan akhirnya ditutup secara gemilang di MA Kramat Bendungan pada Sabtu akhir pekan lalu.
Dalam setiap lawatannya, KOPAN sengaja mendobrak stigma sosialisasi yang biasanya kaku dan membosankan. Tidak ada pembacaan pasal-pasal hukum yang panjang lebar. Sebagai gantinya, materi dikemas dengan bahasa tongkrongan Gen-Z yang interaktif.
Para relawan membedah trik-trik licik bandar narkoba dalam menjebak anak sekolah, bahaya salah pilih “sirkel” pertemanan, hingga membekali siswa dengan life skill jurus jitu menolak tawaran barang haram tanpa harus terlihat *cupu* di hadapan teman-temannya.
Langkah revolusioner KOPAN Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan di momen MPLS ini sekaligus menjawab keresahan DPRD dan BNNK Pasuruan terkait pentingnya kehadiran “Konselor Kampung”. Melalui pergerakan ini, pemuda Kraton telah membuktikan bahwa mereka siap pasang badan dan memutus mata rantai narkoba langsung dari jantungnya: bangku sekolah.
Ke depannya, KOPAN Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan akan terus melanjutkan roadshow secara menyeluruh ke sekolah-sekolah lainnya yang belum terkunjungi. Langkah agresif ini akan terus dikawal guna memastikan tidak ada satu pun celah bagi para pengedar untuk meracuni generasi muda di wilayah tersebut.
Kraton Tolak Narkoba, Pemuda Bergerak, Generasi Bersinar!
Penulis : Ubaidilah
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














