Calung Mekar Budaya Cianjur Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Warga Kampung Tarengtong Jaga Warisan Seni Buhun Jawa Barat

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || CIANJUR- Semangat menjaga warisan budaya lokal terus digaungkan oleh masyarakat Kabupaten Cianjur. Di tengah derasnya arus modernisasi dan masuknya budaya luar, kelompok seni tradisional Calung Mekar Budaya yang dipimpin Doni tetap konsisten mempertahankan kesenian buhun khas tanah Sunda sebagai bagian dari pusaka budaya Jawa Barat yang harus dijaga lintas generasi.

Pada Sabtu, 23 Mei 2026, Group Calung Mekar Budaya yang berada di Kampung Tarengtong, Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni tradisional calung. Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Dedi Mulyadi yang terus mendorong masyarakat untuk menjaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal Jawa Barat agar tidak hilang ditelan zaman.

Masyarakat Kampung Tarengtong hingga saat ini masih mempertahankan seni budaya buhun berupa calung tradisional yang dipadukan dengan alat musik modern seperti kibor dan gitar melodi. Perpaduan tersebut dinilai menjadi cara kreatif agar seni tradisional tetap diterima generasi muda tanpa menghilangkan nilai filosofis dan akar budaya aslinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Calung sendiri merupakan salah satu kesenian khas Sunda yang memiliki nilai historis dan filosofis sangat tinggi. Alat musik ini terbuat dari bambu wulung atau bambu hitam yang menghasilkan suara khas dan nyaring. Dalam penyajiannya, calung menggunakan laras salendro, pelog, hingga diatonis yang menciptakan harmoni unik dan khas budaya Sunda.

Group Calung Mekar Budaya diketahui memiliki sekitar 12 personel yang aktif memainkan berbagai instrumen bambu tersebut dalam setiap pertunjukan seni budaya di masyarakat. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa seni tradisional masih hidup dan dicintai oleh masyarakat pedesaan Jawa Barat.

READ  Buka Puasa Bersama Sekaligus Penyerahan SK DPP YLBH -CCI oleh Dewan Pendiri Direktur YLBH-CCI

Saat ditemui awak media, Joni Sonjaya menyampaikan harapannya agar kesenian calung mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah maupun masyarakat luas. Menurutnya, seni budaya calung bukan sekadar hiburan, melainkan identitas budaya asli Jawa Barat yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Sunda.

“Calung adalah warisan budaya yang hanya dimiliki Jawa Barat dan tidak bisa diklaim oleh pihak manapun. Filosofi calung sangat erat dengan kehidupan masyarakat. Deretan bambu dengan suara yang berbeda-beda mengajarkan kita agar dalam kehidupan harus saling menghargai satu sama lain, walaupun berbeda suara, berbeda kedudukan, dan berbeda derajat,” ungkap Doni.

Ia juga menegaskan bahwa perbedaan nada dalam alat musik calung menjadi simbol kehidupan sosial masyarakat yang harus hidup berdampingan dalam harmoni. Menurutnya, nilai luhur tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar budaya Sunda tetap hidup dan tidak kehilangan jati diri.

Di tengah perkembangan teknologi dan budaya populer modern, keberadaan seni tradisional seperti calung dinilai semakin membutuhkan perhatian serius. Banyak pelaku seni tradisional yang masih bertahan dengan keterbatasan fasilitas dan minimnya dukungan. Namun demikian, semangat para seniman Kampung Tarengtong untuk menjaga budaya leluhur tidak pernah surut.

Group Calung Mekar Budaya berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah, pelaku budaya, hingga generasi muda untuk terus menghidupkan seni tradisional Sunda melalui berbagai kegiatan budaya, festival kesenian, hingga pembinaan terhadap kelompok seni lokal.

Kini, masyarakat Kampung Tarengtong bersama para seniman Calung Mekar Budaya bertekad untuk terus mempertahankan kesenian calung sebagai pusaka budaya Jawa Barat agar tetap lestari sampai kapan pun.

Penulis : AK

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.
Mahasiswa KKN Universitas Riau Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Desa Sebauk Lewat Program SELARAS 2026
Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan
MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan
MPR Buru Mengutuk Keras Oknum Mahasiswa Yang Bangun Opini Sesat Terkait Pos PAM Satgas PKH Yonif Raider 733 Masariku Di Gunung Botak
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Siswi di Namlea Ilat Kian Menyita Perhatian, Keluarga Korban Minta Dugaan Pelanggaran Etik Oknum  Advokat hingga Intimidasi Ikut Diusut
9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat
Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:42 WIB

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:05 WIB

Mahasiswa KKN Universitas Riau Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Desa Sebauk Lewat Program SELARAS 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 14:56 WIB

Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan

Senin, 27 Juli 2026 - 13:42 WIB

MPR Buru Mengutuk Keras Oknum Mahasiswa Yang Bangun Opini Sesat Terkait Pos PAM Satgas PKH Yonif Raider 733 Masariku Di Gunung Botak

Berita Terbaru