Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton Untuk Infrastruktur Nasional

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – PT Hakaaston (HKA), bagian dari HK Group dan anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero), mempercepat pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) sebagai bagian dari penguatan ketahanan infrastruktur nasional. Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap aspal impor di tengah ketidakpastian global.

Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi dengan pelaku industri aspal dalam negeri, dengan fokus pada pemanfaatan full extracted natural asphalt yang mampu memenuhi kebutuhan perkerasan jalan dengan standar tinggi. Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada kualitas material, tetapi juga pada optimalisasi sumber daya dalam negeri secara lebih terarah.

Sebagai bagian dari ekosistem HK Group yang mengelola infrastruktur secara end-to-end dari perencanaan hingga operasi dan pemeliharaan, HKA mengambil peran dalam memastikan bahwa setiap inisiatif material terintegrasi dengan kebutuhan pengelolaan aset jangka panjang. Hal ini sejalan dengan Transformasi HKA 2.0 menuju Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management (IM-V-IAM), di mana fokus tidak hanya pada menjaga kondisi jalan, tetapi juga meningkatkan nilai dan keandalan aset secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt. Direktur Utama PT Hakaaston, M. Rozi Rinjayadi, menegaskan bahwa penguatan Asbuton membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Penguatan Asbuton tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas ekosistem, regulator, industri, dan praktisi untuk memastikan material ini dapat dimanfaatkan secara luas dan terukur dalam pembangunan infrastruktur nasional.”

Dalam hal ini, HK Group siap memperkuat peran tersebut, baik melalui integrasi dalam pengelolaan jalan tol maupun dukungan terhadap pengembangan standar dan implementasi di lapangan. Pendekatan ini dijalankan dengan prinsip kerja yang disiplin, berorientasi pada layanan pengguna jalan, serta mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.

READ  Komitmen Perbaikan: Pihak Terkait Perketat Pengecekan Usai Insiden Luka Siswi dalam Program MBG

Selain memperkuat ketahanan infrastruktur, pemanfaatan material dalam negeri ini juga diharapkan memberikan efisiensi biaya jangka panjang serta meningkatkan nilai aset infrastruktur secara keseluruhan.

Melalui langkah ini, HKA bersama HK Group terus mendorong pergeseran pendekatan dari ketergantungan pada pasar global menuju pemanfaatan sumber daya nasional yang lebih terkelola. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan Inovasi untuk Solusi bagi pengelolaan infrastruktur Indonesia.

—-
PT Hakaaston (HKA) adalah anak perusahaan dari perusahaan milik negara PT Hutama Karya (Persero) (HK), didirikan pada tahun 2010 dengan lini bisnis awalnya berfokus pada produksi Hotmix dan Precast. Dengan seiring dengan pertumbuhan bisnis Grup HK, HKA mengalami transformasi dan kini dipercayakan sebagai perusahaan Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol milik 3 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), HK, Indonesia Investment Authority (INA) dan Hamawas (HMW). Saat ini, HKA mengoperasikan 16 seksi Jalan Tol yang mencakup 989,55 km, termasuk 16 Rest Area. Selain itu, HKA juga dipercayakan untuk melaksanakan berbagai proyek pemeliharaan Jalan Tol di Sumatera dan Jawa. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website HKA di www.hakaaston.co.id.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata
Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat
Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik
KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026
MIO Sukabumi Raya Desak Bupati Asep Japar Copot Kadis PU, Dinilai Gagal dan Tak Transparan
LSM ANNAHL Bongkar Kejanggalan: Program Air MBR Sukabumi dan Jejak Rp300 Miliar
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Dandim 1801/Manokwari Cek Kelayakan Alat Berat di Lokasi TMMD Ke-128
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:40 WIB

Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton Untuk Infrastruktur Nasional

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:00 WIB

Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:15 WIB

Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:11 WIB

Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:52 WIB

KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026

Berita Terbaru