SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sukabumi, Selasa (5/5) dini hari. Peninjauan yang berlangsung hingga pukul 01.00 WIB di SPPG Caringin Kulon 005 tersebut difokuskan pada kesiapan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam sidak itu, Hergun tidak hanya memastikan aspek teknis berjalan sesuai standar, tetapi juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan.
Ia menyebut keberadaan ratusan dapur SPPG telah menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan di tingkat lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sekitar 356 dapur yang beroperasi di Kabupaten Sukabumi, masing-masing diperkirakan mampu memutar anggaran hingga Rp1 miliar per bulan. Dengan demikian, total perputaran ekonomi berpotensi melampaui Rp390 miliar setiap bulan.
“Program ini bukan semata soal pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Hergun.
Hergun menambahkan, dampak tersebut terasa langsung karena rantai pasok bahan baku melibatkan petani dan pelaku usaha lokal, mulai dari sayuran hingga produk olahan seperti tahu dan tempe.
Sidak juga mencakup sejumlah wilayah lain, seperti Kecamatan Gunungguruh, Cibadak dan Caringin.
Dalam peninjauan itu, Hergun mengevaluasi seluruh tahapan operasional, mulai dari kualitas bahan baku, proses produksi, hingga pengelolaan limbah melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL). 
Hergun mengingatkan pengelola SPPG untuk tetap berpedoman pada ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Semua sudah diatur. Pelaksanaan di lapangan harus tetap sesuai koridor agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, menyampaikan bahwa mayoritas SPPG telah beroperasi penuh. Program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 923 ribu penerima manfaat, meliputi pelajar, santri, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap IPAL guna mencegah potensi pencemaran lingkungan dari aktivitas produksi dapur berskala besar.
” Kami tekankan kepada seluruh Dapur SPPG untuk melakukan pemasangan IPAL sesuai standar BGN agar tidak ada Pencemaran limbah.” Pungkasnya
Distribusi makanan dijadwalkan berlangsung bertahap pada pagi hari, dimulai pukul 08.00 WIB untuk tingkat SD, dan dilanjutkan pukul 10.00 WIB untuk tingkat SMP, SMA, serta kelompok penerima lainnya.
Penulis : Prim RK
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














