Aksi Ormas Berujung Laporan: Wali Kota Sukabumi Disorot dari Data hingga Dugaan Penistaan

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT || SUKABUMI — Tekanan terhadap Pemerintah Kota Sukabumi menguat. Sejumlah organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Aksi Bela Rakyat Kota Sukabumi resmi melaporkan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ke Polres Sukabumi Kota, Jumat (12/6/2026).

Koalisi ormas yang terdiri dari KNPI Kota Sukabumi, Annahl Bela Lindungi, Organda, Sapu Jagat, Gasak, Pandawa 16 DPC Kota Sukabumi, Auris, Dadali Pati, dan Gempar itu menyebut langkah hukum ini sebagai akumulasi keresahan publik.

Panglima Annahl Bela Lindungi, Maulana Saefuloh, menegaskan pelaporan tersebut merupakan keputusan kolektif lintas organisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sepakat membawa sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat ke ranah hukum,” ujarnya.

Lebihlanjut,  Maulana menjelaskan Dalam laporan itu, terdapat tiga pokok dugaan serius. Pertama, dugaan manipulasi data kependudukan yang disertai penyalahgunaan wewenang oleh kepala daerah. Kedua, indikasi penyimpangan dalam kerja sama pemanfaatan aset lahan milik pemerintah daerah.

READ  Gapersus Mengucapkan Selamat & Sukses Atas Pelantikan Bapak Rudy Susmanto Sebagai Bupati Bogor Periode 2025-2030

” Ketiga, dugaan penistaan agama—isu sensitif yang berpotensi memicu gejolak sosial lebih luas.” Bebernya.

Maulana menyatakan seluruh berkas laporan telah diterima aparat kepolisian. Ia menilai respons kepolisian cukup cepat, meski substansi laporan sepenuhnya diserahkan untuk diuji secara hukum.

“Kami menghargai profesionalitas kepolisian. Soal ada tidaknya unsur pidana, biarlah itu menjadi kewenangan penyidik,” kata dia.

Maulana menyampaikan Aksi ini menandai babak baru tekanan publik terhadap kepemimpinan di Kota Sukabumi. Para pelapor kini menunggu sejauh mana aparat penegak hukum berani menindaklanjuti laporan yang menyasar pucuk pimpinan daerah tersebut.

“Intinya, kami berharap laporan ini segera ditindaklanjuti. Selanjutnya kami serahkan seluruh prosesnya kepada pihak kepolisian,” pungkasnya

Penulis : Prim RK

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketidaksesuaian Foto dan Narasi Berita, Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang
POLISI CINTA PETANI: PERSONIL POLSEK BENGKALIS TURUN KE PERKEBUNAN MERAWAT HINGGA PANEN TANAMAN JAGUNG PIPIL BUMDES DARA SEMBILAN*
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Bengkalis Gelar Aksi Penanaman Jagung Pipil Serentak di Desa Kuala Alam*
Tancap Gas! Pembangunan Irigasi Desa Palasari Dikebut, Petani Berharap Hasil Maksimal
TEAM LIBAS Layangkan Teguran ke UPT KPH Bengkalis, Pertanyakan Tindak Lanjut Permohonan Informasi
Dukung Program Asta Cita Presiden, Polsek Bengkalis Pantau dan Rawat Lahan Jagung Pipil di Desa Ketam Putih
DUKUNG SWASEMBADA PANGAN PRESIDEN RI, KAPOLSEK BENGKALIS GENCAR DORONG KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAGUNG PIPIL.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:19 WIB

Aksi Ormas Berujung Laporan: Wali Kota Sukabumi Disorot dari Data hingga Dugaan Penistaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:22 WIB

Ketidaksesuaian Foto dan Narasi Berita, Pemkab Meranti Klarifikasi Temuan Belanja Suku Cadang

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:34 WIB

POLISI CINTA PETANI: PERSONIL POLSEK BENGKALIS TURUN KE PERKEBUNAN MERAWAT HINGGA PANEN TANAMAN JAGUNG PIPIL BUMDES DARA SEMBILAN*

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:50 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Bengkalis Gelar Aksi Penanaman Jagung Pipil Serentak di Desa Kuala Alam*

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:29 WIB

Tancap Gas! Pembangunan Irigasi Desa Palasari Dikebut, Petani Berharap Hasil Maksimal

Berita Terbaru