SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Program prioritas pemerintah berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk mendukung pemenuhan gizi siswa sekolah di berbagai daerah kini menuai kritik tajam di wilayah Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. Sejumlah wali murid secara terbuka menyampaikan kekecewaan mereka terhadap kualitas makanan yang disajikan oleh unit Dapur Cibodas, yang dinilai jauh dari standar kelayakan dan nilai gizi yang dijanjikan.
Keluhan tersebut mencuat ke permukaan setelah beredarnya dokumentasi visual berupa foto dan video menu MBG yang diterima siswa. Dalam dokumentasi tersebut, terlihat sajian makanan yang dinilai minim variasi, porsi yang tidak proporsional, serta tampilan yang kurang menggugah selera. Bahkan, beberapa pihak menilai makanan tersebut terkesan disiapkan tanpa memperhatikan kualitas rasa dan standar kebersihan yang semestinya menjadi prioritas utama dalam program berskala nasional ini.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai bahwa program yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi anak justru berpotensi menjadi persoalan baru jika tidak dikelola dengan serius.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menu yang diberikan sangat mengecewakan. Rasanya hambar, tampilannya juga seperti tidak layak. Ini seperti hanya formalitas menjalankan program saja, tanpa memperhatikan kualitas. Kalau seperti ini, kami khawatir justru berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/04/2026).
Lebih lanjut, ia juga mengaku merasa was-was ketika anaknya mengonsumsi makanan tersebut di sekolah tanpa pengawasan langsung dari orang tua. Kekhawatiran ini bukan hanya terkait rasa, tetapi juga menyangkut aspek higienitas dan kandungan gizi dari makanan yang disajikan.
“Kalau makanan tidak dibawa pulang, kami tidak tahu seperti apa kualitasnya saat dikonsumsi. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kami. Jangan sampai program yang bagus justru dijalankan asal-asalan,” tambahnya.
Kritik serupa juga disampaikan oleh beberapa wali murid lainnya yang menilai adanya ketidaksesuaian antara besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah dengan kualitas makanan yang diterima siswa. Mereka mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran dalam program MBG, khususnya di tingkat pelaksana lapangan seperti dapur penyedia.
Situasi ini memicu desakan dari berbagai pihak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Bojonggenteng. Wali murid dan masyarakat meminta agar instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dapur Cibodas guna memastikan standar operasional telah dijalankan sesuai ketentuan.
Selain itu, pengawasan terhadap vendor atau pihak ketiga yang mengelola dapur juga dinilai harus diperketat. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan, baik dari sisi kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada siswa.
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa program MBG memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia jika dijalankan dengan benar. Namun, tanpa pengawasan yang ketat dan komitmen terhadap kualitas, program ini justru berisiko menjadi beban anggaran tanpa memberikan dampak signifikan.
“Program seperti MBG bukan sekadar soal distribusi makanan, tetapi soal investasi jangka panjang terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak. Jika kualitasnya diabaikan, maka tujuan besar program ini bisa gagal tercapai,” ujar seorang pengamat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Dapur Cibodas maupun instansi terkait mengenai keluhan yang disampaikan wali murid. Namun, tekanan publik yang terus meningkat diharapkan dapat mendorong adanya langkah cepat dan konkret untuk memperbaiki kondisi di lapangan.
Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, media akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendorong transparansi serta akuntabilitas dalam pelaksanaan program MBG. Masyarakat berharap adanya perbaikan nyata, bukan sekadar respons administratif, agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang generasi muda di Bojonggenteng.
Penulis : YL
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














