Pemprov PBD Dorong Perempuan Papua Kuasai Politik dan Ekonomi, Targetkan 30 Persen Keterwakilan

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Sorong Papua Barat Daya – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus mendorong penguatan peran perempuan Papua agar lebih aktif mengambil posisi strategis, baik di bidang politik maupun ekonomi dalam pembangunan daerah, Rabu (15/4/2026).

Hal tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Barat Daya, Suardi Thamal, saat membuka Forum Advokasi Pemberdayaan Perempuan Bidang Politik dan Ekonomi Tahun 2026 yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong.

Suardi menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan, namun keterwakilan di sektor politik hingga kini masih belum maksimal dan bahkan belum memenuhi kuota 30 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berbicara politik itu sangat luas, namun keterwakilan perempuan masih belum maksimal. Bahkan dalam beberapa kesempatan belum memenuhi kuota 30 persen,” ujarnya.

Menurutnya, melalui kebijakan Otonomi Khusus (Otsus), perempuan Papua sebenarnya memiliki peluang besar untuk tampil dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan di berbagai sektor. Ia pun berharap pada Pemilu 2029 mendatang, jumlah keterwakilan perempuan di lembaga legislatif dapat meningkat secara signifikan.

“Kalau keterwakilan perempuan hanya satu atau dua orang, tentu sulit memperjuangkan kepentingan mereka. Tapi kalau jumlahnya lebih banyak, maka suara perempuan akan lebih kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang P3A sekaligus Ketua Panitia, Karolina Susim, mengatakan forum ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan partisipasi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari organisasi perempuan, lembaga masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga pelaku UMKM perempuan.

READ  Prabowo Minta Jaksa dan Polisi Tak Kriminalisasi Orang Kecil: Penegak Hukum Harus Punya Hati

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendorong peran strategis perempuan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang,” katanya.

Forum advokasi ini dikemas dalam bentuk diskusi dan Focus Group Discussion (FGD) yang terbagi dalam dua kelas utama, yakni kelas ekonomi dan kelas politik.

Pada kelas ekonomi, peserta dibekali materi terkait penguatan ekonomi perempuan, akses permodalan, serta strategi pengembangan UMKM. Sementara pada kelas politik, pembahasan difokuskan pada peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan kebijakan dan isu-isu strategis.

Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur keterwakilan perempuan minimal 30 persen, serta Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.

Meski demikian, panitia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap perlindungan hukum, rendahnya partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, hingga keterbatasan kapasitas ekonomi.

Melalui forum ini, pemerintah berharap dapat menghadirkan solusi konkret sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pemberdayaan perempuan.

“Momentum ini harus menjadi titik awal untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam memberdayakan perempuan demi mewujudkan pembangunan daerah yang lebih inklusif,” ujar Karolina.

Ia juga menyebutkan, narasumber dalam kegiatan tersebut berasal dari kalangan akademisi dan pemerintah, yakni Johana Kamesrar dan Sellvyana Sangkek.

Adapun output yang diharapkan dari forum ini meliputi penyusunan indeks pembangunan gender, pendataan perempuan yang masih aktif sebagai fungsionaris di 18 partai politik peserta Pemilu 2024, pembentukan Kaukus Perempuan Politik Papua Barat Daya, serta penyusunan rencana aksi daerah dan pakta integritas aspirasi perempuan melalui jalur politik.

Penulis : Leonardo

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Suara Rakyat Info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 1802/Sorong Percepat Progres Jembatan Perintis Garuda Tahap IV
Karnaval 1000 Profesi Warnai Hari Kartini di Sorong, Perempuan Tunjukkan Peran Strategis
DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi Lepas 55 Mahasantri Bekerja ke Luar Negeri, Turki-Jepang-Madinah
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Pemkot Sorong Genjot Program Kebersihan Demi Lingkungan Sehat: Langkah Nyata Wujudkan Kota Bersih dan Nyaman
Dinas Sosial Kota Sorong Kunjungi Yayasan Kasih Agape, Siap Perkuat Penanganan ODGJ
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:08 WIB

Karnaval 1000 Profesi Warnai Hari Kartini di Sorong, Perempuan Tunjukkan Peran Strategis

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 00:04 WIB

Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi Lepas 55 Mahasantri Bekerja ke Luar Negeri, Turki-Jepang-Madinah

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 03:22 WIB

Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar

Berita Terbaru