Janji Tinggal Janji, Lima Bulan Korban  Banjir Cisolok Sebagian Masih Hidup di Tenda: Di Mana Tanggung Jawab Pemerintah?

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Lima bulan telah berlalu sejak bencana banjir bandang menerjang Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Namun hingga kini, nasib para korban masih terkatung-katung tanpa kejelasan, seolah dilupakan oleh pemerintah yang sebelumnya datang membawa janji.

Alih-alih mendapatkan hunian layak atau bantuan pemulihan, puluhan warga justru masih bertahan dalam kondisi memprihatinkan. Sebagian di antaranya masih tinggal di tenda darurat, menghadapi ketidakpastian hidup yang tak kunjung berakhir. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat yang merasa diabaikan.

Perwakilan warga, ER (43), warga Kampung Citugu RT 01 RW 01, mengungkapkan kekecewaannya kepada wartawan pada Senin (6/4/2026). Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada realisasi bantuan nyata dari pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah lima bulan kami menunggu, tapi belum ada bantuan yang jelas. Sebagian dari kami masih tinggal di tenda. Dulu katanya rumah yang rusak akan segera diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, janji perbaikan rumah yang disampaikan pascabencana hanya menjadi angin lalu. Harapan warga untuk kembali hidup normal perlahan memudar, tergantikan oleh rasa putus asa dan ketidakpercayaan terhadap komitmen pemerintah.

READ  Pangdam III/Siliwangi Kunjungi Kodim 0618/Kota Bandung, Beri Perhatian Khusus pada Kesejahteraan Prajurit

Tidak hanya itu, polemik juga muncul terkait pendataan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi. Warga menilai adanya ketidaksesuaian antara data di lapangan dengan penerima bantuan.

“Memang ada rumah yang didata dan diberi stempel oleh Baznas, tapi kenyataannya tidak jelas siapa yang benar-benar menerima bantuan. Ini jadi tanda tanya besar bagi kami. Jangan sampai bantuan itu tidak tepat sasaran,” tambah ER.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya ketidakterbukaan dan ketidakakuratan dalam distribusi bantuan. Warga pun mempertanyakan transparansi serta akuntabilitas pihak-pihak terkait dalam menangani dampak bencana tersebut.

Kini, di tengah keterbatasan dan tekanan hidup yang semakin berat, warga hanya bisa berharap ada perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Sukabumi. Mereka menuntut keadilan dan kejelasan atas hak mereka sebagai korban bencana.

“Kami ini warga kecil, tidak punya apa-apa. Kami hanya minta keadilan. Tolong pak, ini sudah lima bulan, mana janji itu?” pungkasnya.

Kisah ini menjadi potret nyata bagaimana penanganan pascabencana masih menyisakan persoalan mendasar: lambannya realisasi, lemahnya pengawasan, dan minimnya keberpihakan kepada rakyat kecil. Di saat warga berjuang bertahan hidup, janji-janji yang tak kunjung ditepati justru menjadi luka baru yang lebih dalam.

Penulis : HS/Tim

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru