SUARARAKYAT.info || SIAK – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh masyarakat Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, melalui kegiatan kerja bakti massal yang difokuskan pada pembersihan Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau), Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih biasa, melainkan menjadi simbol nyata kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menjaga fasilitas umum sekaligus merawat nilai-nilai budaya yang melekat pada keberadaan Gedung LAM sebagai pusat kegiatan adat Melayu.
Aksi gotong royong tersebut merupakan bagian dari implementasi program nasional yang digaungkan pemerintah pusat, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai fondasi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga diperkuat dengan instruksi dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia hingga tingkat daerah, guna memastikan gerakan ini berjalan secara masif dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pagi hari, puluhan peserta dari berbagai unsur tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hadir dalam kegiatan ini antara lain DPW Laskar Melayu Radar Bersatu Kabupaten Siak, tokoh adat Toeh Tualang, unsur Upika Tualang, Camat Tualang, Lurah Perawang, Kapolsek Tualang, Danramil, serta masyarakat sekitar yang dengan sukarela turut ambil bagian.
Dengan membawa peralatan kebersihan sederhana, para peserta bergotong royong membersihkan area dalam dan luar gedung, mulai dari menyapu, memangkas rumput liar, hingga mengangkut sampah yang menumpuk di beberapa titik. Suasana kebersamaan begitu terasa, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, khususnya di tanah Melayu.
Tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik, kegiatan ini juga memiliki makna sosial yang mendalam. Interaksi yang terjalin antarwarga, aparat pemerintah, dan tokoh adat menjadi momentum mempererat hubungan sosial serta membangun solidaritas yang lebih kuat di tengah masyarakat.
Gedung LAM Riau sendiri memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas adat dan budaya Melayu di wilayah tersebut. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kelayakan fasilitas ini menjadi tanggung jawab bersama, agar tetap dapat digunakan secara optimal untuk berbagai kegiatan, mulai dari musyawarah adat hingga acara kebudayaan.
Sejumlah tokoh yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara rutin, tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap program pemerintah, tetapi juga sebagai bagian dari kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan warisan budaya.
Melalui gerakan ini, diharapkan tumbuh kesadaran yang lebih luas di tengah masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup. Selain itu, keberadaan Gedung LAM Riau di Kecamatan Tualang diharapkan dapat terus terjaga keasriannya, sehingga mampu menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus pusat pelestarian adat istiadat Melayu yang berkelanjutan.
Kegiatan gotong royong ini pun menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan dan kepedulian, masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis, sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Penulis : Angga Fadli
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














